Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja
Temuan ini menunjukkan bahwa keinginan mendapatkan lebih banyak pengalaman dunia kerja bukan berarti generasi muda ingin menggantikan pendidikan formal. Sebaliknya, pengalaman praktis dipandang sebagai pelengkap pendidikan di dalam kelas.
Persoalan lain yang menjadi perhatian adalah kesiapan generasi muda menghadapi ekonomi global dan perkembangan AI.
Sebanyak 94 persen responden Indonesia percaya bahwa pemahaman mengenai cara bisnis berjalan di berbagai negara akan relevan dengan karier mereka di masa depan. Namun, hanya 69 persen yang mengatakan sekolah atau universitas mereka telah mengajarkan bagaimana perdagangan lintas negara berlangsung.
Kesenjangan serupa terlihat dalam kesiapan menghadapi AI.
Sebanyak 84 persen anak muda Indonesia memperkirakan mereka perlu bekerja berdampingan dengan AI dalam dunia kerja mendatang. Namun, hanya 70 persen yang merasa pendidikan mereka sudah mempersiapkan penggunaan AI dalam lingkungan kerja nyata.
Responden Indonesia juga memberikan porsi lebih besar terhadap keterampilan digital dan teknologi dalam kurikulum. Prioritas tersebut mencapai 18 persen, dibandingkan rata-rata Asia Pasifik sebesar 12 persen.
Di kawasan Asia Pasifik secara keseluruhan, eksperimen secara mandiri menjadi salah satu sumber pembelajaran AI yang paling banyak digunakan, yakni 42 persen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak hanya mengandalkan pendidikan formal untuk mempelajari teknologi. Mereka juga aktif mencari pengalaman dan mencoba teknologi secara mandiri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!