Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Mulai Kejar ROI

ED
PN
Senin, 7 September 2026 | 15:02 WIB
Bagikan
Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Mulai Kejar ROI

 Sementara itu, 25 persen responden menyatakan ROI sebagai dampak akhir yang diharapkan organisasi dari kegiatan komunikasi dan PR.

 Ketua Umum APPRI Sari Soegondo mengatakan perkembangan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri PR. Menurutnya, pengguna jasa konsultan kini menginginkan hasil yang lebih jauh daripada sekadar output komunikasi.

 “Saat ini kita bekerja dalam ekosistem komunikasi yang sangat dinamis, dimana pengguna jasa konsultan PR menuntut pencapaian lebih jauh dari hanya sekadar output. Studi APPRI menyebutkan bahwa 25% pengguna jasa menginginkan Return on Investment sebagai bagian dari indikator keberhasilan kerja PR,” kata Sari.

 Menurut Sari, tuntutan tersebut menunjukkan semakin kuatnya kebutuhan untuk menghubungkan aktivitas PR dengan hasil konkret bagi organisasi. Karena itu, industri perlu memiliki metode pengukuran yang relevan dan disepakati sejak awal antara konsultan dan pengguna jasa.

 APPRI sendiri dalam periode kepengurusan 2024–2027 telah merencanakan reformasi panduan pengukuran keberhasilan kerja PR dengan mengacu pada kerangka kerja yang dianjurkan AMEC.

 Langkah tersebut dinilai penting karena pekerjaan PR semakin berhubungan dengan berbagai aspek bisnis dan organisasi. Praktik PR tidak lagi berdiri sendiri sebagai aktivitas publikasi, tetapi harus mampu terintegrasi dengan komunikasi korporat, digital, data, kreativitas, pemasaran, pengelolaan isu, hingga pengambilan keputusan strategis.

 Kompleksitas tersebut semakin terlihat dari perubahan lanskap pembentukan reputasi perusahaan. Persepsi publik kini tidak hanya dibentuk oleh pemberitaan media, tetapi juga percakapan di media sosial, komunitas, pengalaman konsumen dan karyawan, konten kreator, regulator, serta berbagai kelompok pemangku kepentingan.

 Laporan We Are Social dan Meltwater mengenai tren digital dan media sosial Indonesia 2026 mencatat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial di Indonesia, setara dengan 62,9 persen populasi. Jumlah tersebut meningkat sekitar 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.