Pers Mahasiswa Didorong Makin Kuat dan Merdeka
VISI.NEWS — Dewan Pers, dengan dukungan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), mendorong penguatan kapasitas, kebebasan, dan perlindungan pers mahasiswa di Indonesia. Dorongan tersebut mengemuka dalam Konferensi Nasional Peningkatan Kapasitas dan Perlindungan Pers Mahasiswa yang digelar Jumat, 28 Agustus 2026, di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih 32-34, Jakarta.
Konferensi diikuti 51 peserta, terdiri atas 33 perwakilan lembaga pers mahasiswa (persma) dari berbagai daerah di Indonesia serta perwakilan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), LBH Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI).
Kegiatan tersebut mencakup seminar, pelatihan literasi media dan informasi, serta diskusi intensif mengenai berbagai persoalan yang dihadapi pers mahasiswa. Forum juga menghasilkan sejumlah rekomendasi untuk memperkuat perlindungan kebebasan pers sekaligus meningkatkan kompetensi dan kemampuan manajerial persma.
Bukan Sekadar Pengrajin Berita
Ketua Dewan Pers Prof. Komarudin Hidayat mendorong para aktivis pers mahasiswa terus meningkatkan kapasitas selama menjalankan aktivitas jurnalistik di kampus.
Menurut Komarudin, pengalaman di pers mahasiswa memberikan bekal penting bagi mahasiswa untuk berpikir kritis dan melihat persoalan dari berbagai perspektif. Aktivis persma, kata dia, terbiasa menerapkan prinsip cover both sides serta melakukan analisis berdasarkan beragam sumber informasi.
“Karena aktivis pers mahasiswa terbiasa melakukan analisis dari berbagai sumber,” ujar Komarudin.
Ia menilai kemampuan tersebut perlu terus dikembangkan karena aktivis pers mahasiswa merupakan calon penulis, pengamat, dan pemikir bangsa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!