Pers Mahasiswa Didorong Makin Kuat dan Merdeka

ED
PN
Jumat, 4 September 2026 | 21:53 WIB
Bagikan
Pers Mahasiswa Didorong Makin Kuat dan Merdeka

Komarudin juga menekankan pentingnya kemampuan mengorganisasi informasi dan berpikir secara sistematis.

“Jadikan (konferensi) ini kesempatan dan peluang. Karena Anda kelak akan jadi calon penulis, pengamat, dan pemikir bangsa. Bukan sekadar pengrajin berita,” katanya.

Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Persma

Dalam sesi seminar, Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menegaskan bahwa pers mahasiswa memiliki posisi penting dalam proses kaderisasi sekaligus pengembangan pers nasional.

Karena itu, menurut Totok, kebebasan pers mahasiswa perlu mendapatkan perlindungan. Ia meminta pimpinan perguruan tinggi menghormati independensi editorial persma dan memandang kritik yang disampaikan sebagai bagian dari proses dialektika ilmiah di lingkungan akademik.

“Pembungkaman pers mahasiswa adalah ancaman langsung terhadap nalar kritis bangsa dari hulu,” ujar Totok.

Totok juga menekankan bahwa sengketa terkait pemberitaan pers mahasiswa seharusnya diselesaikan melalui mekanisme jurnalistik, seperti hak koreksi atau Hak Jawab. Penyelesaian tidak semestinya ditempuh melalui sanksi akademik maupun jalur pidana.

Komitmen tersebut, lanjutnya, salah satunya diwujudkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dewan Pers dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi pada 2024 mengenai Penguatan dan Perlindungan Aktivitas Jurnalistik Mahasiswa di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.