Kuliner Jadi Jendela Budaya, Bali Dominasi Tren Wisata Gastronomi Airbnb
Chef Arnold Poernomo (kiri) dan Chef Reynold Poernomo (kanan). /visi.news/ist
Pertama, pengalaman mencicipi 15 hidangan di Room4Dessert bersama Chef Will Goldfarb. Pengalaman ini membawa wisatawan dalam perjalanan kuliner yang mencakup dapur dan kebun sebelum menikmati hidangan di sekitar api unggun.
Kedua, pengalaman memasak makanan Bali dari pertanian organik di Ubud. Wisatawan dapat mengenal praktik pertanian organik, memetik bahan segar, kemudian mengolahnya menjadi hidangan khas Bali.
Ketiga, pengalaman melacak kunang-kunang di Bali bersama konservasionis. Dalam kegiatan ini, wisatawan dapat memetik rempah segar, menyiapkan makanan khas Bali, sekaligus mengunjungi laboratorium penangkaran kunang-kunang.
Ketiga pengalaman tersebut menunjukkan bahwa wisata kuliner dapat dikombinasikan dengan aktivitas alam, budaya, edukasi, dan konservasi.
Meningkatnya minat terhadap pengalaman kuliner memberikan gambaran mengenai perubahan perilaku wisatawan.
Perjalanan kini semakin diarahkan pada pengalaman yang lebih mendalam dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat lokal.
Makanan menjadi salah satu medium paling mudah untuk membangun hubungan tersebut karena hampir setiap daerah memiliki bahan, resep, teknik memasak, tradisi, dan cerita yang berbeda.
Di Indonesia, kekayaan tersebut menjadi modal besar bagi pengembangan wisata berbasis budaya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!