Kuliner Jadi Jendela Budaya, Bali Dominasi Tren Wisata Gastronomi Airbnb
Chef Arnold Poernomo (kiri) dan Chef Reynold Poernomo (kanan). /visi.news/ist
VISI.NEWS – Kuliner semakin menjadi bagian penting dalam cara wisatawan mengenal sebuah destinasi. Tidak lagi sekadar mencari tempat makan, wisatawan kini mulai memburu pengalaman yang memungkinkan mereka berinteraksi langsung dengan tradisi, bahan pangan lokal, masyarakat, hingga cerita di balik sebuah hidangan.
Tren tersebut terlihat dalam data terbaru Airbnb. Kategori Food & Drink menjadi salah satu kategori Airbnb Experiences yang paling diminati di Indonesia, sekaligus menunjukkan perubahan cara wisatawan menikmati perjalanan.
Lebih dari 90 persen pemesanan Airbnb Experiences bertema kuliner di Indonesia berlangsung di Bali. Angka tersebut memperlihatkan kuatnya posisi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata gastronomi, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Selain menikmati makanan, wisatawan semakin tertarik mengikuti aktivitas yang memberikan pengalaman langsung dengan budaya kuliner masyarakat setempat.
Sejak diluncurkan, kategori Food & Drink tercatat menjadi kategori Airbnb Experiences terpopuler ketiga di Indonesia, setelah Nature & Outdoors serta History & Culture.
Data Airbnb menunjukkan pengalaman kuliner di Indonesia mendapat respons sangat positif dari para tamu. Rata-rata penilaian yang diberikan mencapai 4,94.
Dalam ulasan para tamu, sejumlah kata yang sering muncul antara lain “autentik”, “tradisional”, “interaktif”, “lokal”, dan “kekeluargaan”.
Hal tersebut menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya menilai pengalaman kuliner berdasarkan rasa makanan. Interaksi dengan masyarakat lokal, proses memasak, penggunaan bahan tradisional, serta kesempatan memahami kebiasaan dan budaya setempat menjadi bagian penting dari pengalaman perjalanan.
Dengan demikian, makanan berkembang menjadi medium untuk memahami identitas sebuah daerah.
Bali menjadi daerah yang paling dominan dalam tren tersebut. Lebih dari 90 persen seluruh pemesanan Airbnb Experiences bertema kuliner di Indonesia berpusat di Pulau Dewata.
Besarnya minat tersebut tidak terlepas dari kekayaan tradisi kuliner Bali serta ekosistem pariwisata yang telah berkembang.
Wisatawan dapat menemukan pengalaman yang beragam, mulai dari mengunjungi pasar tradisional, mengenal bahan makanan lokal, belajar memasak hidangan khas Bali, hingga mengikuti pengalaman bersantap yang dikurasi oleh chef.
Tren ini juga memperlihatkan bahwa aktivitas wisata mulai bergeser dari sekadar melihat objek menjadi pengalaman yang lebih personal.
Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat destinasi, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana masyarakat lokal menjalani kehidupan sehari-hari dan mempertahankan tradisi mereka.
Perubahan perilaku wisatawan tidak hanya terlihat dari meningkatnya pemesanan pengalaman kuliner.
Pencarian penginapan Airbnb di Indonesia yang memiliki fasilitas dapur juga meningkat lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya kecenderungan wisatawan untuk membawa pengalaman kuliner ke tempat mereka menginap.
Dapur memungkinkan wisatawan memasak bersama keluarga atau teman, mencoba kembali resep yang mereka pelajari selama perjalanan, serta mengolah bahan lokal yang ditemukan di pasar atau tempat lain.
Dengan kata lain, pengalaman kuliner tidak berhenti ketika wisatawan meninggalkan sebuah restoran atau lokasi pengalaman. Aktivitas tersebut dapat berlanjut di tempat penginapan.
Country Head Airbnb untuk Asia Tenggara dan India, Amanpreet Bajaj, mengatakan wisatawan kini semakin mencari pengalaman yang dapat membuat mereka terhubung lebih dalam dengan destinasi yang dikunjungi.
Menurut dia, kuliner menjadi salah satu cara yang paling bermakna untuk membangun hubungan tersebut.
“Wisatawan saat ini semakin terdorong untuk mencari pengalaman yang membantu mereka terhubung lebih dalam dengan destinasi yang mereka kunjungi, dan kuliner telah menjadi salah satu cara paling bermakna untuk mewujudkannya,” kata Amanpreet.
Ia menyebut aktivitas seperti berbelanja di pasar sekitar, mempelajari resep keluarga, hingga memasak bersama di tempat menginap dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.
Menurutnya, pengalaman tersebut sekaligus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat lokal.
“Melalui Airbnb Experiences, kami bangga dapat membantu wisatawan menemukan Indonesia dengan cara yang lebih personal, mendalam, dan terhubung dengan budaya setempat,” ujarnya.
Untuk menyoroti meningkatnya minat terhadap wisata kuliner, Airbnb menggelar Culture & Culinary Trail Luncheon di Bali bersama Chef Arnold Poernomo dan Chef Reynold Poernomo.
Jamuan makan siang tersebut dirancang untuk mengangkat kekayaan warisan kuliner Indonesia melalui penggunaan bahan-bahan lokal serta cerita di balik setiap hidangan.
Kegiatan tersebut juga menjadi gambaran mengenai berbagai pengalaman yang dapat ditemukan wisatawan melalui Airbnb Experiences.
Pengalaman tersebut mencakup kegiatan mengenal budaya kuliner lokal, mengikuti sesi makan secara interaktif, hingga menikmati hidangan yang disiapkan bersama chef lokal.
Chef Arnold Poernomo mengatakan makanan memiliki kemampuan untuk menyatukan orang sekaligus menceritakan karakter sebuah tempat.
“Sebagai chef, kami selalu percaya bahwa kenangan perjalanan yang paling berkesan tercipta di sekitar meja makan,” ujar Arnold.
Menurut dia, sebuah makanan tidak hanya berbicara mengenai rasa, tetapi juga bahan, tradisi, dan orang-orang yang berada di balik proses pembuatannya.
Melalui kegiatan bersama Airbnb, ia berharap wisatawan dapat melihat lebih jauh dari sekadar hidangan yang disajikan.
Wisatawan juga diajak memahami budaya, komunitas, serta cerita lokal yang membentuk tradisi kuliner suatu daerah.
Chef Reynold Poernomo menilai pasar tradisional merupakan salah satu tempat menarik bagi wisatawan yang ingin memahami kuliner lokal.
Menurut Reynold, wisatawan dapat menemukan berbagai bahan makanan unik yang belum tentu tersedia di negara atau wilayah lain.
Pengalaman tersebut menjadi semakin menarik ketika wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan tuan rumah lokal yang memahami bahan dan tradisi kuliner setempat.
Karena itu, pengalaman berbasis komunitas dinilai mampu memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan perjalanan wisata konvensional.
Wisatawan tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam aktivitas masyarakat.
Airbnb bersama Chef Arnold dan Chef Reynold juga merekomendasikan sejumlah pengalaman yang dapat menjadi pilihan wisatawan ketika berada di Bali.
Pertama, pengalaman mencicipi 15 hidangan di Room4Dessert bersama Chef Will Goldfarb. Pengalaman ini membawa wisatawan dalam perjalanan kuliner yang mencakup dapur dan kebun sebelum menikmati hidangan di sekitar api unggun.
Kedua, pengalaman memasak makanan Bali dari pertanian organik di Ubud. Wisatawan dapat mengenal praktik pertanian organik, memetik bahan segar, kemudian mengolahnya menjadi hidangan khas Bali.
Ketiga, pengalaman melacak kunang-kunang di Bali bersama konservasionis. Dalam kegiatan ini, wisatawan dapat memetik rempah segar, menyiapkan makanan khas Bali, sekaligus mengunjungi laboratorium penangkaran kunang-kunang.
Ketiga pengalaman tersebut menunjukkan bahwa wisata kuliner dapat dikombinasikan dengan aktivitas alam, budaya, edukasi, dan konservasi.
Meningkatnya minat terhadap pengalaman kuliner memberikan gambaran mengenai perubahan perilaku wisatawan.
Perjalanan kini semakin diarahkan pada pengalaman yang lebih mendalam dan memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat lokal.
Makanan menjadi salah satu medium paling mudah untuk membangun hubungan tersebut karena hampir setiap daerah memiliki bahan, resep, teknik memasak, tradisi, dan cerita yang berbeda.
Di Indonesia, kekayaan tersebut menjadi modal besar bagi pengembangan wisata berbasis budaya.
Bali menjadi salah satu contoh paling kuat. Namun, tren ini sebenarnya membuka peluang bagi berbagai daerah lain untuk mengembangkan pengalaman kuliner berbasis kekayaan lokal masing-masing.
Jika dikelola dengan baik, wisata kuliner tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, pengrajin makanan, chef lokal, pemandu wisata, serta komunitas.
Pada akhirnya, perjalanan wisatawan bukan lagi hanya tentang tempat yang mereka datangi, tetapi juga tentang cerita yang mereka bawa pulang.
Kuliner menjadi salah satu jendela untuk memahami cerita tersebut—melalui rasa, bahan, tradisi, dan orang-orang yang mempertahankannya dari generasi ke generasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!