HIKMAH | Tawakal, Mewakilkan kepada Yang Kuasa
Orang yang bertawakal berada di antara dua kutub yang berbeda. Kutub kesombongan yaitu orang yang menganggap bahwa kesuksesan yang dicapai karena usaha dan kerja kerasnya tanpa keterlibatan Tuhan.
Kutub yang kedua adalah kutub kemalasan dan pesimistis yaitu orang yang tidak punya etos kerja dan semangat untuk berikhtiyar dalam melakukan amal. Dan jika hanya pasrah kepada Tuhan tanpa berusaha itu namanya tawakul bukan tawakkal atau tawakkul.
Dengan demikian, orang yang bertawakkal adalah orang mengamalkan sunnatullah (ada yang terjemahkan dengan hukum alam) dan mengharapkan inyatullah (pertolongan Allah).
Pada zaman Rasulullah saw. ada seorang sahabat yang meninggalkan untanya tanpa diikat lebih dahulu. Ketika ditanya, mengapa tidak diikat, ia menjawab,
“Saya bertawakal kepada Allah”. Nabi saw yang tidak membenarkan jawaban tersebut berkata, “Ikatlah dan setelah itu bolehlah engkau bertawakkal”. @fen/sumber: mui.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!