HIKMAH | Tawakal, Mewakilkan kepada Yang Kuasa
Berkenaan dengan ini, Abdullah bin Mas’ud ketika sakit di akhir hayatnya, Usman bin Affan membesuknya dan memberi uang. Ibn Mas’ud bertanya, untuk apa itu? Usman ra menjawab, kamu punya tiga anak perempuan, tidakkah kamu khawatirkan mereka.
Ibn Mas’ud berkata, tidak sama sekali, saya telah ajarkan kepada mereka setiap malam membaca surah al-Waqi’ah, karena saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, siapa yang membaca surah al-Waqi’ah setiap malam, tidak akan mengalami kemiskinan selama hidupnya.
Karena itu, urusan rezeki adalah urusan Tuhan, seseorang tidak akan mati sebelum rezeki dan ajalnya sempurna. Maksud ungkapan terakhir ini yang juga sebagai riwayat hadis yang dikeluarkan oleh Darqutni, bukanlah mengajaran pesimistis terhadap rezeki dan karena itu tak perlu diusahakan, tapi mendidik manusia dalam menyikapi rezeki untuk tidak melakukan hal yang tidak benar, serta tidak stres dalam memikirkan rezeki.
Tawakal pada hakikatnya mengikuti sebab-sebab dalam bentuk fisik dan material yang harus dilalui, kemudian menyerahkan dengan sepenuh hati segala urusan kepada yang Maha Mengatur dan menguasai segala urusan. Orang ini rela diatur urusannya oleh Tuhan setelah melewati proses usaha yang dilalui.
Ada dua hal yang mutlak dalam tawakkal, pertama berusaha maksimal, dan kedua menyerahkan urusan kepada Allah. Inilah pesan ayat QS. Ali Imran: 159 (Apabila kamu telah berusaha maka bertawakallah kepada Allah, sesungguhnya Allah mencintai orang yang bertawakkal). Di ayat lain QS. Al-Thalaq:3 (Siapa yang bertawakkal kepadaNya maka itu cukup baginya).
Tawakal menyandarkan diri dan menyerahkan sepenuhnya segala urusan kepada Allah swt dengan hati dan jiwa yang tenang sebagai kepasrahan seorang kepada Allah swt.
Tawakal adalah suatu sikap mental seseorang yang meyakini kekuasaan Allah SWT di atas kekuasaan makhlukNya. Artinya tawakkal adalah amalan hati setelah melalui amalan tubuh, fisik serta sebab yang perlu dilalui sebagai bentuk ikhtiyar yang dilakukan oleh manusia.
Contoh yang paling islami bagi kita bangsa Indonesia adalah isi pembukaan UUD 1945 yang menyebutkan lebih awal berkat rahmat Allah SWT serta didorong keinginan luhur dan seterusnya, adalah buah pikiran para pendiri bangsa yang memiliki sikap tawadhu dan tawakal kepada Allah SWT.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!