VISI | Sehat itu Mahal
Ketika seorang pasien harus memilih antara membeli obat atau memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya, maka ada persoalan besar yang harus diselesaikan negara.
Kesehatan tidak boleh menjadi hak istimewa bagi mereka yang memiliki uang lebih.
Pengakuan Menteri Kesehatan mengenai mahalnya harga obat harus menjadi momentum perubahan. Keberanian mengungkap masalah harus diikuti dengan keberanian memperbaiki sistem.
Masyarakat tidak membutuhkan lebih banyak slogan tentang pentingnya kesehatan. Mereka membutuhkan obat yang lebih murah, layanan yang mudah dijangkau, rumah sakit yang berkualitas, dan sistem kesehatan yang tidak membuat orang miskin semakin miskin ketika sakit.
Ukuran keberhasilan pembangunan kesehatan bukan hanya berapa banyak rumah sakit yang dibangun atau berapa besar anggaran yang dialokasikan. Ukuran sebenarnya adalah apakah masyarakat dapat berobat tanpa takut kehilangan seluruh tabungan keluarga.
Sebab negara yang maju bukan hanya negara yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi negara yang mampu memastikan rakyatnya dapat hidup sehat dengan biaya yang wajar.
Jika untuk sembuh seseorang harus berjuang melawan mahalnya obat dan biaya pengobatan, maka yang sedang sakit bukan hanya pasiennya. Yang sedang sakit adalah sistem kesehatan itu sendiri.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!