VISI | Sehat itu Mahal

ED
Selasa, 21 Juli 2026 | 06:26 WIB
Bagikan
VISI | Sehat itu Mahal

Indonesia berada dalam posisi yang lebih kompleks. Jumlah penduduk yang sangat besar, wilayah geografis yang luas, serta keterbatasan anggaran kesehatan membuat tantangannya jauh lebih berat. Namun, kompleksitas tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan biaya kesehatan tetap tinggi.

Efisiensi sistem tetap harus menjadi target utama.

Masalah Tidak Hanya di Rumah Sakit

Sering kali masyarakat melihat mahalnya biaya kesehatan hanya dari sisi rumah sakit atau dokter. Padahal, masalahnya dimulai jauh sebelum pasien masuk ruang perawatan.

Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan dalam industri kesehatan, mulai dari ketergantungan terhadap bahan baku obat impor, distribusi yang panjang, keterbatasan produksi dalam negeri, hingga lemahnya integrasi data dan sistem pengadaan.

Ketika bahan baku obat harus didatangkan dari luar negeri, biaya produksi menjadi lebih rentan terhadap perubahan kurs. Ketika distribusi melalui terlalu banyak perantara, harga akhir yang dibayar masyarakat menjadi semakin tinggi.

Karena itu, solusi tidak cukup hanya meminta rumah sakit menurunkan harga atau meminta masyarakat menggunakan obat generik. Pemerintah harus memperbaiki ekosistem kesehatan dari hulu hingga hilir.

Pemerintah tidak boleh hanya menjadi pengawas pasar. Dalam sektor kesehatan, negara memiliki tanggung jawab lebih besar karena kesehatan berkaitan langsung dengan hak hidup masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.