VISI | Sehat itu Mahal

ED
Selasa, 21 Juli 2026 | 06:26 WIB
Bagikan
VISI | Sehat itu Mahal

Reformasi tata niaga obat harus menjadi prioritas. Pemerintah perlu memastikan sistem pengadaan lebih transparan, distribusi lebih pendek dan efisien, serta persaingan industri farmasi berlangsung sehat.

Digitalisasi rantai pasok obat dapat menjadi salah satu solusi agar pemerintah dapat mengetahui pergerakan harga dari produsen hingga pasien. Dengan sistem yang terbuka, ruang bagi praktik tidak efisien dapat dipersempit.

Selain itu, penguatan industri farmasi nasional juga penting. Ketergantungan tinggi terhadap impor bahan baku membuat Indonesia rentan terhadap gejolak global. Negara perlu mendorong investasi dalam industri bahan baku obat agar biaya produksi dapat lebih terkendali.

Namun, industrialisasi kesehatan juga tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Industri kesehatan harus tetap memiliki tanggung jawab sosial karena produknya menyangkut kebutuhan dasar manusia.

Jangan Jadikan Kesehatan Sekadar Bisnis

Kritik terhadap mahalnya obat bukan berarti menolak keberadaan industri farmasi atau keuntungan perusahaan. Industri yang sehat tetap membutuhkan keuntungan agar dapat melakukan inovasi dan pengembangan teknologi.

Namun, keuntungan tidak boleh dibangun dengan mengorbankan kemampuan masyarakat untuk mendapatkan pengobatan.

Ada batas antara bisnis yang sehat dan eksploitasi kebutuhan dasar masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.