VISI | Menunggu Waktu

Desi Rossilawati
Sabtu, 5 September 2026 | 14:26 WIB
Bagikan
VISI | Menunggu Waktu

Maka tidak berlebihan jika masyarakat bertanya: Apa yang sudah berubah? Apa yang sudah diperbaiki? Siapa yang mendapatkan manfaat? Siapa yang masih tertinggal? Dan jika ternyata kebijakan tidak berjalan sebagaimana mestinya, apakah pemimpin bersedia mengakui kekurangannya? Pertanyaan seperti itu bukan pembangkangan. Itulah demokrasi yang sehat.

Penulis bisa menghindari berita politik ketika berada di rumah. Tetapi guru tidak mungkin menghindari pertanyaan peserta didik. Mereka hidup di zaman ketika informasi berada di telapak tangan. Mereka melihat video. Membaca berita. Mendengar podcast. Mengikuti media sosial. Mereka tahu ketika masyarakat marah. Mereka tahu ketika terjadi bencana. Mereka tahu ketika seorang pejabat menjadi perbincangan. Dan kemudian mereka bertanya kepada gurunya.

"Pak, negara sebenarnya ada di mana?"

Pertanyaan itu sederhana. Tetapi sesungguhnya sangat dalam. Guru harus menjawab tanpa menjadi provokator. Guru harus kritis tanpa menanamkan kebencian. Guru harus memberikan kenyataan tanpa membunuh harapan. Maka jawaban penulis sederhana: "Negara ada bersama kita. Dan kalian kelak adalah bagian dari negara ini. Karena itu, belajarlah menjadi manusia yang lebih baik daripada keadaan yang kalian lihat hari ini."

Jangan ajari anak menjadi sinis. Ini yang sering dilupakan. Ketika orang dewasa kecewa kepada negara, jangan sampai kekecewaan itu diwariskan menjadi sinisme kepada anak-anak. Anak-anak tidak boleh tumbuh dengan keyakinan bahwa kejujuran tidak berguna. Jangan sampai mereka menyimpulkan bahwa korupsi adalah jalan cepat menjadi kaya. Jangan sampai mereka berpikir bahwa kekuasaan selalu berarti kesempatan mengambil keuntungan. Jangan sampai mereka percaya bahwa orang baik pasti kalah. Justru di sinilah pendidikan harus mengambil peran. Kita boleh mengatakan bahwa korupsi adalah kejahatan. Kita boleh mengatakan bahwa penyalahgunaan kekuasaan harus dikritik. Kita boleh mengatakan bahwa pemimpin harus bertanggung jawab. Tetapi setelah itu kita harus menambahkan satu kalimat, "Kalian jangan menjadi seperti itu." Sebab pendidikan bukan sekadar menjelaskan keburukan zaman. Pendidikan harus mempersiapkan manusia untuk memperbaikinya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.