VISI | Menunggu Waktu
Oleh: Drajat
• Guru
• Ketua Ikatan Doktor Ilmu Pendidikan, IDIP Kab. Bandung
• Wasekjen Komnasdik
• Master Hipnoterapis
ADA saatnya manusia terlalu sibuk menghitung kekuasaan sampai lupa menghitung tanda-tanda alam. Banjir datang. Gempa mengguncang. Kebakaran hutan meluas. Tanah longsor menelan rumah dan kehidupan. Masyarakat kehilangan tempat tinggal, kehilangan pekerjaan, bahkan kehilangan orang-orang yang dicintainya.
Namun setelah semuanya berlalu, kita kembali kepada rutinitas. Berita berganti. Kamera berpindah. Pernyataan dikeluarkan. Lalu perlahan masyarakat kembali ditinggalkan dengan pertanyaan yang sama: apa yang sesungguhnya sedang terjadi dengan negeri ini? Sebagai seorang guru, pertanyaan itu terasa lebih berat ketika datang dari peserta didik. "Pak, mengapa alam seperti marah?"
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!