VISI | Konveksi Pesantren: Santri Berkarya, Ekonomi Berdaya
3. Kurangnya Pelatihan Manajemen: Pengelolaan pesanan, pencatatan keuangan, penjadwalan produksi, dan tata kelola bisnis membutuhkan keterampilan manajerial yang tidak selalu tersedia di pesantren.
4. Kontrol Kualitas Lemah: Untuk memasok institusi, toko ritel, atau ekspor, diperlukan standar mutu, ukuran, jahitan, dan finishing yang konsisten—tidak mudah dicapai tanpa sistem quality control dan pelatihan teknis.
5. Akses Pasar Terbatas: Banyak konveksi pesantren belum memanfaatkan pemasaran digital, marketplace, atau kanal distribusi B2B (sekolah, instansi, korporasi) sehingga jangkauan penjualan sangat terbatas.
Akibatnya, potensi ekonomi yang seharusnya mendukung biaya pendidikan, beasiswa, dan pengembangan pesantren belum dimanfaatkan secara maksimal.
Kisah Sukses: Bukti Pesantren Bisa!
Pondok Pesantren Al-Munawariyah, Malang
Pesantren ini menjalankan unit konveksi aktif yang memproduksi busana islami dan seragam untuk internal dan pasar lokal, melibatkan santri dalam seluruh proses dari pattern making, cutting, sewing, finishing, hingga packaging.
Marketing bisnis center Al Munawwariyyah, Winnie Pratiwi, menjelaskan bahwa produk unggulan mereka adalah seragam sekolah, namun juga membuat berbagai produk fashion lainnya seperti pakaian majlis, tas, masker, dan aksesoris.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!