Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

VISI | Konveksi Pesantren: Santri Berkarya, Ekonomi Berdaya

ED
Senin, 17 November 2025 | 13:58 WIB
Bagikan
VISI | Konveksi Pesantren: Santri Berkarya, Ekonomi Berdaya

3. Kurangnya Pelatihan Manajemen: Pengelolaan pesanan, pencatatan keuangan, penjadwalan produksi, dan tata kelola bisnis membutuhkan keterampilan manajerial yang tidak selalu tersedia di pesantren.

4. Kontrol Kualitas Lemah: Untuk memasok institusi, toko ritel, atau ekspor, diperlukan standar mutu, ukuran, jahitan, dan finishing yang konsisten—tidak mudah dicapai tanpa sistem quality control dan pelatihan teknis.

5. Akses Pasar Terbatas: Banyak konveksi pesantren belum memanfaatkan pemasaran digital, marketplace, atau kanal distribusi B2B (sekolah, instansi, korporasi) sehingga jangkauan penjualan sangat terbatas.

Akibatnya, potensi ekonomi yang seharusnya mendukung biaya pendidikan, beasiswa, dan pengembangan pesantren belum dimanfaatkan secara maksimal.

Kisah Sukses: Bukti Pesantren Bisa!

Pondok Pesantren Al-Munawariyah, Malang

Pesantren ini menjalankan unit konveksi aktif yang memproduksi busana islami dan seragam untuk internal dan pasar lokal, melibatkan santri dalam seluruh proses dari pattern making, cutting, sewing, finishing, hingga packaging.

Marketing bisnis center Al Munawwariyyah, Winnie Pratiwi, menjelaskan bahwa produk unggulan mereka adalah seragam sekolah, namun juga membuat berbagai produk fashion lainnya seperti pakaian majlis, tas, masker, dan aksesoris.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.