Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita 7 Aug 2026 Nikah di KUA Makin Diminati, Pasangan Muda Pilih Sederhana dan Praktis 7 Aug 2026 VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU 7 Aug 2026 Bandung-Lampung Kembali Terhubung, Wings Air Resmi Buka Penerbangan Perdana dari Bandara Husein 7 Aug 2026 BMKG: Bandung pada Jumat (7/8/2026) Cerah Berawan, Suhu Capai 31 Derajat 7 Aug 2026 KHUTBAH JUMAT | 4 Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa Seorang Muslim 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 7 Agustus 2026 7 Aug 2026

VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU

ED
Jumat, 7 Agustus 2026 | 06:24 WIB
Bagikan
VISI | Khidmah Strategis Muktamar NU

Di sisi lain, regenerasi tetap harus berjalan. NU membutuhkan kombinasi antara kebijaksanaan para senior dan energi generasi muda. Kolaborasi antargenerasi akan menghasilkan organisasi yang adaptif sekaligus tetap berakar pada tradisi.

Sebagai jam'iyyah diniyyah ijtima'iyyah, NU juga harus terus memperkuat harakah wathaniyyah. Hubbul wathan bukan sekadar slogan, melainkan orientasi pengabdian kepada bangsa. NU memiliki tanggung jawab moral menjaga persatuan Indonesia, merawat kebinekaan, memperkuat demokrasi yang berkeadaban, mengembangkan pendidikan, membangun kemandirian ekonomi warga, serta menjadi penengah ketika bangsa menghadapi polarisasi.

Dalam konteks itu, independensi NU harus tetap dijaga. Kedekatan dengan negara penting dalam rangka kemaslahatan, tetapi jangan sampai menghilangkan kemampuan organisasi untuk menyampaikan kritik yang konstruktif. Sebaliknya, jarak terhadap politik praktis bukan berarti menjauh dari urusan kebangsaan. NU justru harus terus hadir sebagai kekuatan moral yang mengawal kehidupan berbangsa dengan prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal.

Muktamar Tambakberas memiliki nilai simbolik yang kuat. Pesantren merupakan rahim lahirnya tradisi keilmuan NU. Dari pesantren pula lahir sanad, adab, dan karakter yang menjadi identitas Nahdliyin. Karena itu, Muktamar hendaknya tidak hanya menghasilkan keputusan organisatoris, tetapi juga melahirkan kesadaran kolektif bahwa masa depan NU bergantung pada kemampuan menjaga amanah para muassis sekaligus menjawab tantangan zaman.

Kepercayaan masyarakat adalah warisan terbesar yang dimiliki NU. Warisan itu tidak dibangun melalui pencitraan, tetapi melalui keteladanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Jika keteladanan tetap menjadi budaya PBNU, efeknya akan menjalar ke seluruh tingkatan organisasi. Warga akan melihat bahwa NU bukan hanya mengajarkan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga mempraktikkannya dalam tata kelola organisasi.

Pada akhirnya, keberhasilan Muktamar bukan diukur dari siapa yang keluar sebagai pemenang, melainkan apakah NU mampu melahirkan kepemimpinan yang semakin amanah, profesional, rendah hati, transparan, dan mampu menginspirasi. Sebab organisasi sebesar NU tidak membutuhkan pemimpin yang sekadar kuat secara politik, melainkan pemimpin yang kuat secara moral. Ketika para pengurus benar-benar menjadikan jabatan sebagai ladang khidmah, masyarakat tidak perlu diajak untuk mencintai NU. Mereka akan datang dengan sendirinya karena melihat bahwa di dalam jam'iyyah ini masih hidup nilai-nilai yang diwariskan para muassis: keikhlasan, amanah, keberkahan, dan pengabdian tanpa pamrih kepada agama, bangsa, dan kemanusiaan.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.