Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita

ED
PN
Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:51 WIB
Bagikan
Ayah Tunggal Pilih Jadi Driver Online Demi Rawat Anak Balita

Di tengah kesibukan mencari nafkah, Tri Rama Dandi (27) memilih menjadi mitra pengemudi Maxim agar tetap bisa mendampingi putranya yang baru berusia 19 bulan. /visi.news/ist

VISI.NEWS – Di balik kesibukan mengantar pesanan di jalanan Kota Kolaka, Sulawesi Tenggara, tersimpan kisah perjuangan Tri Rama Dandi (27), seorang ayah tunggal yang menjalani dua peran sekaligus sebagai pencari nafkah dan pengasuh bagi putranya yang baru berusia 19 bulan. Sejak berpisah dengan istrinya, Rama harus menghadapi tantangan membesarkan anak seorang diri tanpa bantuan keluarga maupun pengasuh.

Setiap hari, Rama memastikan seluruh kebutuhan putranya terpenuhi, mulai dari memberi makan, memandikan, menidurkan hingga merawat ketika anaknya sakit. Di sisi lain, ia juga harus tetap bekerja agar kebutuhan hidup sehari-hari dapat tercukupi. Kondisi tersebut membuatnya harus mencari pekerjaan yang memungkinkan dirinya tetap berada dekat dengan sang buah hati.

Menurut Rama, pekerjaan dengan jam kerja tetap bukan menjadi pilihan karena mengharuskannya meninggalkan anak dalam waktu lama. Ia juga tidak memiliki keluarga yang dapat dimintai bantuan untuk menjaga putranya selama bekerja. Karena itu, ia memutuskan menjadi mitra pengemudi transportasi online Maxim yang menawarkan fleksibilitas waktu.

Baginya, pekerjaan tersebut bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga menjadi cara agar tetap dapat menjalankan tanggung jawab sebagai orang tua. Ia mengaku bisa berhenti bekerja kapan saja ketika anaknya membutuhkan perhatian, sesuatu yang sulit dilakukan jika bekerja di kantor atau perusahaan dengan jadwal yang tetap.

"Kalau saya kerja biasa, kan tidak bisa bawa anak. Jadi pasti anak saya ditinggal lama, enggak ada yang jagain. Makanya saya pilih narik Maxim," ujar Rama.

Sebelum bergabung sebagai mitra pengemudi Maxim, Rama sempat berjualan ayam geprek untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun pekerjaan tersebut juga tidak mudah dijalani karena ia selalu membawa anaknya berjualan hingga larut malam.

Ia menceritakan, dagangannya tidak selalu habis lebih awal. Dalam beberapa kesempatan, ia baru bisa menutup usahanya sekitar pukul 01.00 dini hari. Kondisi itu membuat putranya harus ikut begadang dan kelelahan setiap malam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.