VISI | Jeruk Makan Jeruk
Jika budaya kerja mendorong ketidakjujuran, maka budayanya harus diubah. Jika mekanisme pengawasan lemah, maka pengawasannya perlu diperkuat. Dan jika ada praktik yang jelas-jelas merusak kepercayaan publik, maka harus ada keberanian untuk menghentikannya sesuai hukum dan prinsip keadilan. Dalam pengertian itulah "amputasi" menjadi relevan: bukan sebagai tindakan emosional terhadap orang tertentu, melainkan sebagai keberanian memutus praktik-praktik yang merusak agar tidak menjalar ke seluruh sistem.
Di tengah berbagai persoalan itu, guru tidak boleh kehilangan harapan. Karena setiap pagi masih ada anak-anak yang datang membawa mimpi. Masih ada mata yang berbinar ketika memahami pelajaran. Masih ada tangan-tangan kecil yang terangkat untuk bertanya. Masih ada hati-hati muda yang ingin belajar menjadi manusia yang baik. Merekalah alasan mengapa guru tetap bertahan. Merekalah alasan mengapa ruang kelas harus selalu dipenuhi optimisme.
Pada akhirnya, memperbaiki bangsa tidak dimulai dari menyalahkan orang lain. Perubahan dimulai ketika setiap orang berani bertanya kepada dirinya sendiri. Apakah saya sudah jujur? Apakah saya sudah menjadi teladan? Apakah saya sudah menjaga amanah yang dipercayakan kepada saya?
Karena sebelum kita mengajak orang lain berubah, kita lebih dahulu harus bersedia berubah. Sebelum kita meminta orang lain bersih, kita lebih dahulu membersihkan diri. Dan sebelum kita berbicara tentang memberantas korupsi, kita harus memastikan bahwa integritas benar-benar hidup dalam tindakan kita sendiri. Guru mengajarkan pelajaran itu setiap hari. Bukan hanya melalui buku. Bukan hanya melalui ceramah. Melainkan melalui keteladanan.
Bangsa yang besar tidak dibangun oleh banyaknya pidato tentang kejujuran. Bangsa yang besar dibangun oleh semakin banyak orang yang memilih hidup jujur, bahkan ketika tidak ada tepuk tangan. Itulah cahaya yang sesungguhnya. Dan selama cahaya itu masih menyala di ruang-ruang kelas, harapan bagi negeri ini akan selalu ada.**
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!