VISI | Jeruk Makan Jeruk
Di sinilah penulis teringat sebuah ungkapan lama yang sering digunakan masyarakat ketika melihat ironi. "Jeruk makan jeruk." Ungkapan ini menggambarkan keadaan ketika sesuatu yang seharusnya menjadi solusi justru ikut menjadi bagian dari persoalan. Dalam konteks yang lebih luas, ia menjadi pengingat bahwa upaya memperbaiki keadaan akan kehilangan makna apabila dilakukan tanpa integritas.
Memberantas korupsi tidak cukup dengan pidato. Tidak cukup dengan spanduk. Tidak cukup dengan slogan. Pemberantasan korupsi dimulai dari budaya jujur. Dimulai dari keberanian mengatakan benar adalah benar, salah adalah salah. Dimulai dari kesediaan menerima evaluasi. Dimulai dari keterbukaan untuk diawasi. Dan dimulai dari keteladanan mereka yang memegang amanah.
Sebagai guru, penulis selalu percaya bahwa korupsi tidak lahir begitu saja ketika seseorang telah dewasa. Ia sering kali bermula dari pembiaran terhadap hal-hal kecil. Membiarkan ketidakjujuran. Membiarkan penyalahgunaan kepercayaan. Membiarkan pelanggaran dianggap biasa. Karena itu pendidikan karakter sesungguhnya merupakan benteng pertama melawan korupsi. Anak-anak harus belajar bahwa kejujuran bukan pilihan ketika ada yang melihat. Kejujuran adalah pilihan bahkan ketika tidak ada seorang pun yang menyaksikan.
Dalam pendekatan hypnoteaching, sugesti yang paling kuat bukanlah kata-kata. Sugesti paling kuat adalah contoh. Ketika guru mengakui kesalahan, peserta didik belajar rendah hati. Ketika guru meminta maaf, peserta didik belajar keberanian moral. Ketika guru menerima kritik dengan lapang dada, peserta didik belajar bahwa dikoreksi bukanlah kehinaan. Bayangkan jika budaya seperti ini tumbuh di setiap sekolah. Bayangkan jika budaya yang sama hidup di setiap lembaga. Kita tidak hanya sedang mencetak lulusan. Kita sedang membangun peradaban.
Lalu bagaimana memperbaiki keadaan yang terasa semakin rumit? Jawabannya mungkin tidak sesederhana membentuk aturan baru. Perubahan memerlukan pembenahan dari dalam. Seperti seorang dokter yang tidak hanya mengobati gejala, tetapi mencari sumber penyakitnya. Jika sebuah sistem dipenuhi praktik yang tidak sehat, maka yang perlu diperbaiki adalah tata kelolanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!