VISI | Ampun Guru!

Desi Rossilawati
Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Bagikan
VISI | Ampun Guru!

Pemerintah sering berbicara tentang jumlah guru. Berapa guru ASN. Berapa guru honorer. Berapa guru yang telah mengikuti pelatihan. Berapa guru yang mendapatkan sertifikasi. Semua angka itu penting. Tetapi di balik angka terdapat manusia. Ada guru yang puluhan tahun mengajar. Ada guru yang berangkat sebelum matahari terbit. Ada guru yang menempuh perjalanan jauh. Ada guru yang mengajar di daerah yang fasilitasnya terbatas. Ada guru yang tetap tersenyum meskipun pulang membawa persoalan ekonomi. Mereka bukan sekadar statistik. Mereka adalah manusia yang sedang mengurus manusia. 

Meskipun demikian, penulis tidak pernah menyesal menjadi guru. Bahkan setelah menempuh pendidikan tinggi dan memiliki kesempatan melakukan berbagai aktivitas lain, penulis tetap merasa ruang kelas adalah tempat yang istimewa. Mengapa? Karena di sana penulis melihat masa depan. Anak-anak yang hari ini belum tahu apa-apa, kelak mungkin menjadi orang besar. Anak yang hari ini kesulitan memahami pecahan, kelak mungkin menjadi insinyur. Anak yang hari ini malu berbicara, kelak mungkin menjadi pemimpin. Anak yang hari ini duduk di bangku belakang, kelak mungkin menjadi orang yang menentukan kebijakan negeri. Maka penulis tidak ingin menyerah. Kalaupun keadaan pendidikan sedang tidak baik-baik saja, guru tetap harus menjadi cahaya. 

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.