VISI | Ampun Guru!

Desi Rossilawati
Jumat, 28 Agustus 2026 | 10:45 WIB
Bagikan
VISI | Ampun Guru!

Penulis tidak sedang mengatakan bahwa kesejahteraan otomatis membuat semua persoalan pendidikan selesai. Tidak. Guru yang sejahtera pun tetap harus profesional. Tetap harus belajar. Tetap harus membaca. Tetap harus mengevaluasi diri. Tetapi guru yang tidak terus-menerus dibebani kecemasan ekonomi akan memiliki ruang yang lebih besar untuk berkonsentrasi pada tugas utamanya: mendidik. 

Inilah logika sederhana yang seharusnya dipahami. Jangan hanya berbicara tentang kualitas peserta didik. Bicarakan pula kualitas kehidupan orang yang mendidiknya. Jangan hanya menghitung berapa banyak program pendidikan yang dibuat. Hitung pula berapa banyak guru yang benar-benar merasa terbantu oleh program tersebut. Jangan hanya membuat slogan tentang transformasi pendidikan. Pastikan guru menjadi bagian utama dari transformasi itu. 

Satu Hari Guru Tidak Mengajar? 

Penulis pernah membayangkan sesuatu yang mungkin terdengar tidak biasa. Bagaimana jika suatu hari guru dari berbagai daerah berkumpul di Gedung DPR? Bukan untuk membuat kerusuhan. Bukan untuk melakukan tindakan anarkis. Bukan pula untuk meninggalkan peserta didik tanpa alasan. Tetapi untuk menyampaikan satu pertanyaan secara bermartabat: “Pendidikan Indonesia hendak dibawa ke mana?” Dan pertanyaan berikutnya: “Bagaimana negara memperlakukan guru yang menjadi ujung tombak pendidikan?” Penulis kira, jika dilakukan secara tertib, damai, konstitusional, dan bertanggung jawab, suara guru justru perlu didengar. Sebab guru bukan kelompok yang harus ditakuti. Guru adalah bagian dari bangsa yang sedang ikut menjaga masa depan bangsa. 

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.