Sukamiskin Sulap Sampah Jadi Energi, 70 Persen Timbulan Dituntaskan di Kelurahan
Pola tersebut membuat pengelolaan sampah tidak lagi hanya menjadi urusan petugas kebersihan atau pemerintah. Masyarakat menjadi bagian dari sistem sejak tahap paling awal.
Sukamiskin kini tengah menguji sebuah gagasan bahwa persoalan sampah perkotaan dapat ditangani dari sumbernya, asalkan ada pemilahan, fasilitas, teknologi, serta keterlibatan masyarakat.
Jika seluruh fasilitas mampu berjalan sesuai rencana, bukan tidak mungkin Sukamiskin tidak hanya mampu mengurangi timbulan sampahnya sendiri, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah bagi wilayah lain.
Dari halaman rumah, komposter di tingkat RW, maggot yang mengurai sampah organik, hingga briket yang diproyeksikan menjadi bahan bakar industri, Sukamiskin sedang membangun satu rantai pengelolaan yang mengubah cara pandang terhadap sampah: dari beban menjadi sumber daya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!