Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026

Sukamiskin Sulap Sampah Jadi Energi, 70 Persen Timbulan Dituntaskan di Kelurahan

ED
PN
Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Bagikan
/

Penguatan dilakukan hingga tingkat RW. Dari total 17 RW di Kelurahan Sukamiskin, masing-masing minimal memiliki dua unit tempat pengolahan berbasis komposter. Bahkan, sejumlah RW telah memiliki hingga lima unit.

Keberadaan fasilitas tersebut membuat sampah organik dapat diolah lebih dekat dengan sumbernya. Dengan demikian, tidak semua sampah harus dikumpulkan dan diangkut menuju TPS.

Konsep ini sekaligus memperpendek rantai pengelolaan sampah. Sampah yang bisa selesai di rumah diolah di rumah. Sampah yang membutuhkan fasilitas lebih besar dapat ditangani di tingkat RW atau kelurahan.

Di tingkat kelurahan, pengolahan kemudian diperluas untuk menangani sampah nonorganik.

Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah peyeumisasi sampah. Sukamiskin kini memiliki enam unit mesin yang dipersiapkan untuk mengolah sampah nonorganik menjadi bahan bakar alternatif berupa briket.

Proses pengolahannya dilakukan melalui sejumlah tahapan. Sampah nonorganik terlebih dahulu dimasukkan ke dalam wadah pengolahan. Material tersebut kemudian ditumpuk secara bertahap dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter dan diberikan bioaktivator.

Penumpukan dilakukan berulang hingga mencapai ketinggian sekitar 1,2 meter. Setelah itu, material dikeringkan sedikitnya selama tujuh hari.

Sampah yang telah kering kemudian masuk ke tahap penggilingan. Penggilingan dilakukan secara bertahap, mulai dari proses kasar hingga penggilingan halus.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.