Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Cetak Generasi Petani Masa Depan, University of Melbourne Gandeng IPB dan UGM 20 Aug 2026 tridorian Buka Experience Center Gemini Enterprise di Singapura 20 Aug 2026 Garam Himalaya vs Laut, Mana Lebih Sehat? 20 Aug 2026 Transjakarta Alihkan Koridor 13 Imbas Kendala Teknis di Petukangan 20 Aug 2026 Review Harusnya Horor, Reza Arap Bawa AAA Clan ke Bioskop 20 Aug 2026 Indonesia-Kamboja Bentuk 'Indonesia Desk', Perangi Jaringan Scam Lintas Negara 20 Aug 2026

Maggot Gedebage, Mesin Biologis Pengurang Sampah Bandung

ED
PN
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Bagikan
/

VISI.NEWS - Di tengah persoalan sampah yang terus menjadi tantangan perkotaan, Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPSS) Gedebage, Kota Bandung, mencoba menghadirkan pendekatan berbeda. Sampah tidak semata-mata dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi diolah sedekat mungkin dengan sumbernya.

Salah satu metode yang kini menjadi andalan adalah maggotisasi. Larva lalat tentara hitam atau black soldier fly (BSF) dimanfaatkan sebagai “mesin biologis” untuk mengurai sampah organik, terutama sisa makanan.

Setiap hari, TPSS Gedebage mampu mengolah sekitar 15 hingga 20 ton sampah. Dari jumlah tersebut, proses maggotisasi mampu mereduksi sekitar 5 hingga 8 ton sampah organik per hari.

Pengelola TPSS Gedebage, Rudi Rudiana, mengatakan sampah yang masuk ke fasilitas tersebut berasal dari berbagai sumber. Selain sampah domestik rumah tangga, terdapat pula sampah dari kegiatan komersial serta dukungan pasokan melalui program Gaslah.

Begitu tiba di TPSS, sampah tidak langsung ditumpuk atau dibuang. Material terlebih dahulu melewati proses pemilahan menggunakan mesin untuk memisahkan sampah berdasarkan karakteristik dan peluang pemanfaatannya.

“Yang pertama itu sampah organik pakan maggot. Kedua sampah organik kompos, yang ketiga high value atau rongsok, keempat low value, kelima bahan RDF, dan terakhir kompos,” ujar Rudi saat ditemui di TPSS Gedebage, Rabu (19/8/2026).

Dari proses pemilahan tersebut terlihat bahwa sebagian besar sampah yang datang masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Sekitar 50 hingga 60 persen merupakan sampah organik yang dapat digunakan sebagai bahan pakan maggot.

Sekitar 20 persen lainnya merupakan bahan organik yang diarahkan untuk pengomposan. Sementara residu berada di kisaran 15 persen. Adapun material seperti rongsok, low value dan bahan untuk refuse-derived fuel (RDF) masing-masing berada di bawah lima persen.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.