Maggot Gedebage, Mesin Biologis Pengurang Sampah Bandung

ED
PN
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Bagikan
/

Pengalaman TPSS Gedebage menunjukkan bahwa sampah organik memiliki peluang besar untuk ditangani melalui pendekatan biologis. Dengan dukungan pemilahan, fermentasi, maggotisasi dan pemanfaatan kasgot, sebagian material yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat kembali masuk ke dalam rantai manfaat.

Maggot dalam konteks ini bukan sekadar larva yang memakan sampah. Ia menjadi bagian dari sebuah sistem pengelolaan yang mengubah cara pandang terhadap sampah organik.

Dari puluhan ton sampah yang masuk setiap hari, sebagian dapat diproses menjadi pakan maggot. Dari sana lahir maggot yang dapat dimanfaatkan kembali, sementara kasgot berpotensi digunakan sebagai pupuk.

Namun, keberhasilan model tersebut tetap bergantung pada satu hal mendasar: konsistensi.

Kontinuitas pasokan sampah organik, pemilahan yang benar sejak sumber, ketersediaan tenaga kerja dan pengelolaan yang disiplin menjadi fondasi agar proses tidak terputus.

Jika sistem tersebut dapat direplikasi di berbagai wilayah Kota Bandung, pengelolaan sampah berpeluang bergeser dari pola kumpul-angkut-buang menuju pola pilah-olah-manfaatkan.

Di Gedebage, perubahan itu sedang berlangsung. Sampah yang sebelumnya identik dengan masalah perlahan diposisikan sebagai bahan baku. Dan di antara tumpukan sisa makanan yang setiap hari datang, ribuan bahkan jutaan maggot bekerja dalam diam—mengurangi sampah, menghasilkan sumber daya, sekaligus membuka jalan bagi sistem pengelolaan sampah Bandung yang lebih dekat, terdesentralisasi dan berkelanjutan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.