Maggot Gedebage, Mesin Biologis Pengurang Sampah Bandung

ED
PN
Kamis, 20 Agustus 2026 | 15:58 WIB
Bagikan
/

Dengan demikian, pengolahan sampah menciptakan rantai manfaat baru. Sampah organik menjadi pakan, maggot menjadi sumber yang dapat dimanfaatkan, sementara sisa prosesnya menghasilkan material lain yang berguna.

Material sisa dari proses maggotisasi atau yang dikenal sebagai kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk.

TPSS Gedebage bahkan telah menguji pemanfaatan kasgot melalui kolaborasi dengan alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 1974 di wilayah Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Rudi, hasil uji tersebut memberikan gambaran positif. Pemanfaatan kasgot disebut berpotensi menekan biaya pupuk sekaligus menghasilkan panen yang lebih baik dibandingkan penggunaan pupuk kimia dalam pengujian tersebut.

“Alhamdulillah kemarin kita uji kolaborasi dengan alumni ITB 74. Hasilnya menakjubkan, bisa menghemat puluhan juta untuk biaya pupuk dan menghasilkan lebih banyak panen daripada pupuk kimia,” tuturnya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pengolahan sampah organik dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar mengurangi timbulan sampah. Jika dikelola secara konsisten, residu dari proses tersebut berpotensi kembali masuk ke sektor pertanian sebagai bahan pendukung pemupukan.

TPSS Gedebage sendiri telah menjalankan aktivitas pengolahan sampah selama sekitar tiga hingga empat tahun. Dalam perjalanannya, pengelola melihat bahwa persoalan utama bukan hanya bagaimana mengolah sampah yang sudah terkumpul, tetapi juga bagaimana membangun sistem yang membuat sampah dapat selesai di wilayah asalnya.

Konsep tersebut kemudian mengarah pada gagasan pengolahan sampah secara desentralisasi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.