Maggot Gedebage, Mesin Biologis Pengurang Sampah Bandung
Rudi menyebut, kondisi di lapangan terkadang justru menghadapi persoalan kekurangan sampah organik untuk pakan maggot.
“Kalau sampahnya mendukung, kita bisa maksimal. Terkadang kita justru kekurangan sampah, khususnya sampah sisa makanan yang memang untuk maggotisasi,” ujarnya.
Persoalan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pengolahan sampah tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Rantai pasokan sampah, pemilahan sejak sumber, tenaga kerja dan konsistensi pengelolaan sama-sama menentukan.
Dari 176 Biopon hingga Menjadi Pupuk
Di kawasan maggotisasi TPSS Gedebage terdapat 176 biopon berukuran 2,5 meter x 2,5 meter. Sekitar 90 persen biopon digunakan untuk proses maggotisasi, sedangkan sebagian lainnya difungsikan sebagai tempat penyimpanan sementara pakan maggot.
Dengan fasilitas tersebut, proses pengolahan berlangsung secara berkelanjutan. Sampah organik yang telah dipersiapkan masuk ke dalam siklus pakan, kemudian dimanfaatkan maggot untuk mengurangi material organik.
Hasilnya tidak berhenti pada berkurangnya volume sampah.
Maggot yang dihasilkan juga memiliki nilai guna. TPSS Gedebage memanfaatkannya untuk mendukung pengembangan rumah-rumah maggot di tingkat kelurahan. Ketika produksinya berlebih, maggot dapat dibagikan atau dimanfaatkan oleh peternak di sekitar kawasan TPSS.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!