REFLEKSI | Maksimalitas Cinta Ibrahim, Minimalitas Cinta Manusia Zaman Kini dalam Berqurban

ED
Sabtu, 9 Juli 2022 | 09:19 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Maksimalitas Cinta Ibrahim, Minimalitas Cinta Manusia Zaman Kini dalam Berqurban

Itu buat kita bagikan sendiri, di bagikan lagi, barangkali ada teman yang tahu bahwa kita sedang berkurban, saat mereka datang, jatah 1/3 itu, untuk bagian kita bisa memberi!!

Alhamdulillah.

Ingat.....1/3 itu bagian kita yang dengan senang hati kita bagikan kembali, baik itu pada para sahabat, kerabat, yang mendengar dan datang sengaja kepada kita, minta jatah daging dari kurban yang kita lakukan.

Alhamdulillah, ini sesungguhnya wujud rasa besarnya karakter diri kita, bisa bermanfaat bagi orang sekitar, dan yang kita kenal.

Sahabat, berkurban itu sulit menghindarkan diri kita dari ria, dari tamak, dari sombong...dan dari kadar ikhlas yang sebenarnya, yang merupakan wujud, bentuk dari keimanan kita, dengan pemahaman yang lurus!!

Ketika Ibrahim di uji taqwanya, imannya, dan ke ikhlasannya. Kita hanya diuji oleh ego kita, dan nafsu kita, belum sampai pada tingkatan diuji Tuhan.

Cirinya, jika kita berkurban lalu muncul rasa sombong, ujub, takabur, tamak, mengharap daging 1/3 itu, walau itu bagian kita, sudah pasti hancur itu dari sekedar baru niatnya saja, perihal kadar ikhlas kita itu.

Bagaimana kita persembahkan kurban terbaik kita ? Seperti Allah yang akhirnya Menganti kurban Ibrahim, dari Ismail mengurbankan dirinya, dan diganti domba terbaik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.