REFLEKSI | Maksimalitas Cinta Ibrahim, Minimalitas Cinta Manusia Zaman Kini dalam Berqurban
Kelengkapan lainnya, tempat tambat hewan, terpal pelindung terik, dan tempat pemotongannya, serta tempat cacag dagingnya, serta tempat ember ember penampung daging, kiloan penimbang, plastik bungkus daging, plus kreseknya, yang terakhir catatan per RT siapa saja para mustahik penerimanya.
4. Para pemilik qurban pun jika niatnya sudah bulat, tidak lantas hanya memberi kurbannya saja, bantu juga panitia yang sudah mengurus pemotongan hewannya, dan membantu sampai pendistribusiannya itu dengan, memberi uang lebih, secukupnya, dan sewajarnya, karena ada lelah yang panitia rasa.
Ingat jangan sampai kas masjid, lagi lagi terpakai dalam hal ini. Jika ada kesepahaman bahwa berkurban itu harus memperhatikan detail lainnya, ini akan membantu sekali kepanitiaan.
5.Pendistribusian kurban. Hal ini harus jadi ajang mendidik umat. Panitia bagusnya bisa buat spanduk, atau menulis di papan tulis.
Siapa-siapa yang layak menerima, bagaimana daging kurban di distribusikan...!! (Ada kerja sama antar RW, sampai tingkat kelurahan, atau kecamatan, atau lembaga, ini akan sangat baik.)
Jam berapa daging di distribusikan, sehingga masyarakat tahu, dan bisa membaca informasi itu, yang membuat mereka tenang, siap menerima daging bagiannya dengan senang, tanpa antri antri bagai cari jatah makan seperti di jaman perang.
Sehingga tak berkerumun orang orang berlomba ingin mendapatkan jatah daging kurban berkali-kali, yang mereka lakukan, dengan sengaja mendatangi tempat tempat pemotongan.
Dalam berkurban, kita benar-benar diuji bentuk keikhlasan kita seperti Nabi Ibrahim.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!