REFLEKSI | Maksimalitas Cinta Ibrahim, Minimalitas Cinta Manusia Zaman Kini dalam Berqurban

ED
Sabtu, 9 Juli 2022 | 09:19 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Maksimalitas Cinta Ibrahim, Minimalitas Cinta Manusia Zaman Kini dalam Berqurban

Mereka merayakan hari raya kurban, Idul Adha, tentunya dengan berduyun-duyun ikut berkurban, menyembelih hewan ternaknya, baik yang terkecil domba, sampai yang terbesar sapi atau unta, binatang khas negeri padang pasir.

Beberapa yang jadi catatan penulis setelah mengobrol bersama Abah Asep Oman - loyalis Gus Yahya dari Pangalengan Kab. Bandung - yang mencoba mengkritisi tata cara menyikapi berkurbannya saudara saudara Muslim di kita, adalah :

1. Umat khususnya panitia, belum terjaga keikhlasannya, dalam mengelola pemotongan kurban, dengan baik. Terbukti, pencatatan tidak dilakukan dengan profesional, sehingga, panitia kurban, tidak harus sampai kehilangan bagian ekor, kanjut sapi atau domba, bagian ceker, bahkan bagian kepala domba, maupun sapi, termasuk juga sampai pada kulit-kulitnya.

Mungkin bagian ini sering lenyap, karena dianggap bagian yang tidak penting dalam pembagian daging yang baik, dari panitia qurban pada masyarakat penerimanya.

Yang jelas, warung ceker sapi, warung sop buntut, warung sop kepala sapi, atau domba, sangat laris manis, tanjung kimpul.

Tak seperti pikiran panitia qurban!! yang menganggap bagian ini tak penting!! Dianggap sebelah mata, dan tak jadi bagian yang ikut dibagikan

Justru bagian ini, bagian paling favorit hehehe.

Setelah penulisan, penulis kaji baru tersadar !!

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.