KTT BRICS 2026 Hasilkan Lima Poin Penting, Ini Rinciannya

Desi Rossilawati
Senin, 14 September 2026 | 15:04 WIB
Bagikan
KTT BRICS 2026 Hasilkan Lima Poin Penting, Ini Rinciannya

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di New Delhi, India, pada (12-13/9/2026)./visi.news/reuters.

India, seperti Cina, ingin BRICS memberikan suara yang lebih besar bagi Global South. Namun, New Delhi tidak ingin BRICS berkembang menjadi aliansi anti-Barat yang dipimpin Cina.

Sementara itu, Rusia berada di posisi yang mirip dengan Cina, yakni melihat BRICS sebagai sarana untuk mengurangi dominasi Barat sekaligus memperkuat kerja sama di antara negara-negara berkembang.

Hal tersebut terlihat dari Putin yang menyerukan perluasan Dewan Keamanan PBB agar memberikan representasi lebih besar kepada Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Di sisi lain, Iran juga mendorong mekanisme yang dapat mengurangi ketergantungan BRICS terhadap sistem keuangan Barat. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan salah satu langkah penting adalah meningkatkan penggunaan mata uang nasional dalam perdagangan antaranggota.

Di situlah salah satu ketegangan utama BRICS. Jumlah anggota yang lebih besar tidak otomatis membuat kelompok ini semakin kompak.

Cina Dorong Perdamaian di Timur Tengah

Selain lima poin tersebut, Xi juga menyerukan upaya yang lebih besar untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah dan kawasan Teluk.

Xi mengatakan Cina bersedia bekerja sama dengan anggota BRICS lainnya untuk memainkan peran dalam menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

"Perang telah menyebabkan kerugian serius bagi masyarakat di seluruh kawasan dan tidak melayani kepentingan bersama komunitas internasional," kata Xi.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.