KTT BRICS 2026 Hasilkan Lima Poin Penting, Ini Rinciannya
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di New Delhi, India, pada (12-13/9/2026)./visi.news/reuters.
Perang di Ukraina dan Timur Tengah kini menjadi salah satu ujian terbesar bagi kemampuan BRICS mempertahankan kesatuan di tengah kepentingan geopolitik para anggotanya yang berbeda.
Pada Mei lalu, para menteri luar negeri BRICS bahkan gagal menyepakati pernyataan bersama mengenai perang Iran. Sebagai negara ketua, India kemudian hanya menerbitkan sebuah ringkasan.
3. India dan Cina Berusaha Mencairkan Hubungan
Presiden Cina Xi Jinping belum mengunjungi India lagi sejak 2019. Hubungan kedua negara membeku setelah bentrokan mematikan di perbatasan Himalaya yang disengketakan pada 2020.
Pertemuan Xi dan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela-sela KTT BRICS 2026 menjadi langkah lain dalam upaya mencairkan hubungan kedua negara bersenjata nuklir tersebut.
Pertemuan itu juga dapat dibaca sebagai sinyal kepada AS.
Modi dan Xi sama-sama menginginkan tatanan dunia yang lebih multipolar dan berkurangnya dominasi Barat dalam sistem keuangan global. Namun, keduanya memiliki posisi yang berbeda.
Cina, sebagai ekonomi terbesar kedua dunia dengan kekuatan militer yang besar, berfokus pada upaya menandingi pengaruh Washington.
India, sementara itu, menjalankan kebijakan multi-alignment dan otonomi strategis dengan membangun hubungan dengan Rusia, AS, dan Uni Eropa tanpa masuk ke kubu Cina.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!