KTT BRICS 2026 Hasilkan Lima Poin Penting, Ini Rinciannya
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di New Delhi, India, pada (12-13/9/2026)./visi.news/reuters.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai kritik tidak langsung terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.
Para pemimpin BRICS juga mengecam sanksi sepihak yang tidak mendapat mandat Dewan Keamanan PBB. Mereka menyerukan penghapusan langkah-langkah yang dianggap melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB.
Meski tidak menyebut negara tertentu, pernyataan tersebut relevan bagi Rusia yang menghadapi sanksi Barat sejak invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, serta Iran yang menghadapi sanksi luas dan tekanan ekonomi dari AS.
Para anggota BRICS menegaskan perlunya kerja sama untuk menjaga kelancaran perdagangan global, rantai pasok, dan energi. Namun, langkah konkret dari deklarasi tersebut masih harus dievaluasi.
2. Ukraina Tidak Disebut dalam Deklarasi
Ukraina sama sekali tidak disebut dalam Deklarasi New Delhi.
Hal tersebut berbeda dengan deklarasi BRICS di Rio de Janeiro tahun sebelumnya yang setidaknya merujuk pada "posisi nasional" negara-negara anggota terkait konflik di Ukraina.
Meski demikian, deklarasi Rio juga tidak menyebut Rusia, tidak mengecam invasinya, dan tidak menyerukan penarikan pasukan Rusia.
Bagi Presiden Rusia Vladimir Putin, absennya Ukraina dalam deklarasi tahun ini memiliki nilai politik tersendiri, terutama karena ia hadir langsung di New Delhi, berbeda dengan KTT di Rio.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!