KHUTBAH JUMAT | Islam, Fungsi Khalifah, dan Kesadaran Ekoteologis
Disinilah konsep ekoteologi itu relate dengan dengan fungsi kekhalifahan. Ekoteologi adalah cara kita memahami bahwa:
- Tauhid kepada Allah menuntun kita untuk menghormati ciptaan-Nya. - Menjadi khalifah berarti mengelola bumi, bukan mengeksploitasi. - Rahmah dan ihsan tidak hanya untuk manusia, tapi juga untuk makhluk lain dan ekosistem. - Maslahah jangka panjang harus mengalahkan kepentingan sesaat.Ma'asyiral muslimin yang terhormat,
Bayangkan, jika ekoteologi menjadi nilai yang hidup dalam diri muslim. Berakar pada budaya pendidikan dan menjadi kurikulum di madrasah/sekolah atau budaya pesantren. Menjadi gerakan di masjid-masjid dan lembaga keagamaan. Materi khutbah, ceramah, dan penyuluhan. SOP kantor-kantor pemerintah dan ruang-publik (public space): green office, hemat listrik, sedekah oksigen, hemat air, bebas sampah plastik, ruang hijau, dan sebagainya. Maka kita tidak hanya membentuk manusia yang rajin shalat, tetapi juga manusia yang enggan membuang sampah sembarangan; tidak hanya puasa tetapi merawat bumi; tidak hanya berzikir dengan lisan, tetapi juga bertasbih dengan perilaku menjaga ciptaan Allah.
Bukankah Rasulullah SAW panutan kita bersabda :
إن قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا
“Jika terjadi hari kiamat sementara di tangan salah seorang dari kalian ada sebuah tunas, maka jika ia mampu sebelum terjadi hari kiamat untuk menanamnya maka tanamlah.” (HR. Bukhari dan Ahmad).
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا، أَوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ أَوْ طَيْرٌ أَوْ بَهِيمَةٌ إِلَّا كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
"Sesiapa pun yang menanam pohon, lalu darinya dimakan manusia, hewan, atau burung, maka itu menjadi sedekah baginya" (HR Bukhari Muslim).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!