Ketika Sandal Muktamirin Tertinggal: Catatan Peserta tentang Muktamar NU
Keputusan ini tentu memerlukan koordinasi yang baik sehingga akhirnya diputuskan di kampus Universitas Lampung. Semua tempat yang saya datangi, baik yang sudah terjadwal ataupun yang mendadak digunakan, secara umum mampu disiapkan dengan baik dan mendukung lancarnya agenda-agenda kegiatan yang dilaksanakan. Dukungan pemerintah dan masyarakat pun sangat luar biasa. Hal ini bisa terasa dari antusiasnya masyarakat menggelar kegiatan menyemarakkan muktamar.
Mulai dari bazar, seminar, silatnas, sampai dengan temu kangen para alumni pesantren digelar bukan hanya saja di Bandarlampung, namun di seluruh kabupaten di Lampung. Bendera, umbul-umbul, baliho billboard dan ucapan selamat atas penyelenggaraan muktamar juga bertebaran di jalan-jalan protokol Bandarlampung. Bahkan, ada yang unik saat melintas di lampu merah Kota Bandarlampung. Seluruh lampu merah yang memiliki fasilitas speaker untuk mengingatkan pengguna jalan, diputarkan lagu Ya Lal Wathan oleh Pemerintah Kota Bandarlampung.
Semua ini tentunya membawa suasana riang gembira bagi muktamirin dan muktamirout sekaligus mampu menjadi bagian dalam meningkatkan kualitas muktamar. * Dalam muktamar kali ini, saya juga merasakan kualitas dari persidangan dan materi-materi yang dibahas. Mengacu pada tema besar Muktamar, yakni Menuju Satu Abad NU, Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia, pembahasan materi sidang berjalan dinamis. Sempat terjadi pembahasan yang cukup alot dalam beberapa materi sidang namun secara umum berlangsung dalam suasana sejuk, beradab, dan bermartabat.
Pimpinan sidang pleno, Prof M Nuh juga menjadi sosok yang penting dalam mendinginkan suasana perbedaan pendapat yang muncul. Ia mampu menyerap usulan-usulan peserta sidang dan meramunya dengan baik sehingga muktamar kali ini relatif lebih sejuk dibanding Muktamar ke-33 di Jombang. Prof Nuh pun tak kuasa menahan tangis karena terharu saat memberi sambutan penutup sidang pleno IV untuk memilih Ketua Umum PBNU periode 2021-2026. Ia merasa bersyukur sekali melihat pelaksanaan muktamar khususnya pemilihan ketua umum PBNU periode 2021-2026 berjalan dengan sangat baik dan lancar. Ini sesuai dengan keinginan para kiai yang menitip pesan kepadanya untuk dapat menyelenggarakan muktamar di Lampung dengan suasana yang sejuk.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!