KAJIAN | Tahlilan (Bagian 2)

ED
Selasa, 4 Februari 2025 | 03:28 WIB
Bagikan
KAJIAN | Tahlilan (Bagian 2)

Sementara dalam riwayat lain disebutkan;

عن عبيد بن عمير قال يفتن رجلان مؤمن ومنافق فأما المؤمن يفتن سبعا وأما المنافق فيفتن أربعين صباحا.

"Dari 'Ubaid bin Amir, Ia berkata, 'Dua orang (yakni) seseorang mukmin dan seorang munafik memperoleh fitnah (kubur). Adapun seorang mukmin, maka ia difitnah selama tujuh hari, sedangkan seorang munafik disiksa selama empat puluh hari'".

Dalam menjelaskan dua Atsar tersebut Imam Suyuthi menyatakan bahwa dari isi riwayat, para perawi atsar Thawus termasuk kategori perawi hadits-hadits sahih.

Thawus sendiri dikenal sebagai salah seorang generasi pertama pemuka para Thabi'in yang sempat menjumpai lima puluh orang sahabat Nabi SAW. Sedangkan 'Ubaid bin Amir yang dimaksud adalah al-Laitsi, ahli Mau'idhah Hasanah pertama di kota Mekkah dalam masa pemerintahan Umar bin Khatab RA. Menurut Imam Muslim beliau dilahirkan di zaman Nabi Muhammad SAW, Bahkan menurut versi lain disebutkan bahwa beliau sempat melihatnya. Maka berdasarkan pendapat ini beliau termasuk salah seorang sahabat Nabi SAW. Sementara bila ditinjau dalam sisi dirayahnya, sebagaimana kaidah yang diakui para ulama ushul dan ulama hadits bahwa setiap riwayat seseorang sahabat Nabi SAW yang tidak bisa di ijtihadi (Ma ruwiya mimma la almajall li ar-ra yi fih ), semisal urusan alam barzah dan akhirat, itu hukumnya adalah marfu' (riwayat yang terhenti pada sahabat dan tidak sampai kepada Nabi SAW) meskipun perawinya tidak menjelaskan langsung bahwa riwayat tersebut sampai pada Nabi SAW. Bahkan makna ucapan Thawus, "Maka para sahabat gemar bersedekah menghidangkan makanan sebagai ganti yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut."

Menurut para ulama dan hadits adalah para sahabat Nabi SAW telah melakukannya dan dilihat serta diakui keabsahannya oleh Nabi SAW sendiri.

Bila demikian, maka bisa dipahami bahwa tradisi bersedekah selama tujuh hari pasca kematiannya merupakan warisan budaya dari para Thabi'in dan sahabat Nabi SAW. Bahkan telah dilihat dan diakui keabsahannya pula oleh Nabi Muhammad SAW.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.