KAJIAN | Tahlilan (Bagian 2)

ED
Selasa, 4 Februari 2025 | 03:28 WIB
Bagikan
KAJIAN | Tahlilan (Bagian 2)

والتصدق عن الميت بوجه شرعي مطلوب ولا يتقيد بكونه في سبعة ايام اواكثر او اقل والتقييد ببعض الايام من العوائد فقط كما أفتى بدلك السيد أحمد دحلان وقد جرت عادة الناس بالتصدق عن الميت في ثالث من الموته وفي سابع وفي تمام العشرين وفي الأربعين وفي الماءة وبعد ذلك يفعل كل سنة حولا في يوم الموت كما أفاده شيخنا السنبلاويني..

"Dan bersedekah untuk (pahalanya dihadiahkan kepada) mayit dengan cara-cara syar'i itu dianjurkan. Pelaksanaannya tidak dibatasi selama tujuh hari, lebih lama atau kurang. Pembatasan dengan hari-hari ini hanyalah tradisi saja. Sebagaimana fatwa as-Sayid Ahmad Dahlan, 'Telah berlaku tradisi masyarakat bersedekah dari mayit pada hari ketiga, ketujuh, kedua puluh, dan ke empat puluh dari kematiannya. Setelah itu, setiap tahun mereka menyelenggarakan haul bertepatan pada hari kematiannya'. Seperti yang dikemukakan guruku as-Sunbulawini".

Dan banyak lagi riwayat-riwayat sahabat Nabi SAW yang menjelaskan menerima undangan jamuan makan dari istri sahabat Anshor pasca kematiannya.

3. Warisan Budaya Para Tabi'in dan Sahabat Nabi SAW

Jauh-jauh hari sebelum Syekh Nawawi al-Bantani dan Syekh Ali al-Qari mengutarakan pendapatnya di atas, banyak ulama sebelum mereka yang menyatakan bahwa budaya bersedekah dengan menghidangkan makanan selama tujuh hari pasca kematian sebenarnya merupakan warisan para sahabat Nabi SAW dan Tabi'in. Bahkan budaya tersebut telah diyakini sebagai anjuran langsung Nabi Muhammad SAW. Yakni dengan adanya atsar yang menyatakan bahwa orang mukmin mengalami fitnah kubur (mendapat pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir) selama tujuh hari, sementara orang munafik mengalaminya selama empat puluh hari. Sebagaimana diutarakan Iman Suyuthi dalam al-Hawi li al-Fatawinya;

قال طاووس ان الموتى يفتنون في قبورهم سبعا فكانوا يستحبون ان يطعموا عنهم تلك الأيام.

"Thawus berkata, 'Sungguh orang-orang yang telah meninggal dunia difitnah dalam kubur mereka selama tujuh hari, maka mereka (sahabat Nabi) gemar (bersedekah) menghidangkan makanan sebagai ganti dari mereka yang telah meninggal dunia pada hari-hari tersebut'".

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.