Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah
Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026)./visi.news/antara.
"Kecepatan kendaraan terpaksa kami kurangi supaya tidak terjadi kecelakaan," lanjutnya.
Di Tanjung Jabung Barat, warga juga mengeluhkan kabut asap yang mengganggu pernapasan dan penglihatan.
“Kalau mata tuh juga berdampak, adalah sakitnya juga nafas juga terganggu,” ujar Zikra.
Luas Karhutla Jambi Terus Meluas
Keluhan masyarakat terjadi ketika luas karhutla di Jambi terus bertambah. Data pada Senin (24/8/2026) mencatat luas lahan terbakar mencapai 658,29 hektare.
Sehari kemudian, Selasa (25/8/2026), luas lahan terdampak meningkat menjadi 916,26 hektare.
Dengan demikian, luas kebakaran bertambah sekitar 257 hektare hanya dalam satu hari.
Kebakaran juga masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Sarolangun.
Tiga Perusahaan Diproses Pidana
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan tiga perusahaan di Jambi diproses pidana terkait kasus karhutla. Secara nasional, penegakan hukum Kementerian Kehutanan menangani 42 kasus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!