Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah
Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026)./visi.news/antara.
Kini, Untung dan keluarganya memilih menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah.
Kondisi serupa dialami Farman, seorang pekerja lepas di Kota Jambi. Ia mengaku mulai rutin mengenakan masker karena kabut asap telah terasa selama beberapa hari.
“Iya, sudah seminggu ini asap. Inisiatif, kami pakai masker,” ungkapnya.
Sekolah Mulai Beralih Daring
Memburuknya kualitas udara juga membuat pemerintah mengambil langkah antisipasi di sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Jambi menerbitkan surat edaran kepada bupati dan wali kota terkait penyesuaian kegiatan belajar mengajar berdasarkan kondisi udara di masing-masing wilayah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Ariansyah membenarkan adanya surat edaran tersebut.
"SE itu benar," ujar Ariansyah, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran dari rumah diserahkan kepada kepala daerah berdasarkan kondisi kualitas udara.
"Untuk daerah lain, kebijakan berada di tangan bupati atau wali kota. Mereka perlu memantau tingkat kualitas udaranya terlebih dahulu. Jika sudah masuk kategori berbahaya, kegiatan belajar boleh dialihkan ke rumah," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!