Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah
Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026)./visi.news/antara.
VISI.NEWS - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak langsung terhadap kehidupan warga di sejumlah wilayah Jambi. Di Kota Jambi, warga mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari sesak napas, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga mata perih.
Dampak kabut asap juga mulai mengganggu kegiatan pendidikan. Pemerintah daerah di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi menerapkan pembelajaran jarak jauh selama beberapa hari karena kualitas udara memburuk.
Salah satu warga yang merasakan dampaknya adalah Untung, warga Simpang IV, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Tiga anaknya yang masing-masing berusia 9 bulan, 10 tahun, dan 13 tahun mengalami gangguan kesehatan dalam beberapa hari terakhir.
"Yang kecil usia 9 bulan, 10 tahun dan 13 tahun, gangguan kesehatan beberapa hari terakhir," tuturnya.
Anak bungsu Untung mulai mengalami keluhan sekitar lima hari terakhir, sedangkan dua anak lainnya sakit dalam tiga hari terakhir. Mereka mengalami sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, dan pilek setelah kabut asap semakin terasa di Kota Jambi.
Setelah memeriksakan anak-anaknya ke fasilitas kesehatan, Untung mendapat penjelasan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan buruknya kualitas udara. Ia kemudian membatasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah.
Namun, pembatasan aktivitas menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga yang tetap harus mencari nafkah.
“Sebenarnya ingin libur, cuma kalau aktivitas di luar rumah tidak dilakukan, kami tidak bisa kerja. Kalau tidak kerja, tidak ada uang,” ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!