Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah

Desi Rossilawati
Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Bagikan
Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah

Foto udara kawasan Bundaran Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo yang tertutup kabut asap di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (23/8/2026)./visi.news/antara.

VISI.NEWS - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak langsung terhadap kehidupan warga di sejumlah wilayah Jambi. Di Kota Jambi, warga mengeluhkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari sesak napas, batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga mata perih.

Dampak kabut asap juga mulai mengganggu kegiatan pendidikan. Pemerintah daerah di Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi menerapkan pembelajaran jarak jauh selama beberapa hari karena kualitas udara memburuk.

Salah satu warga yang merasakan dampaknya adalah Untung, warga Simpang IV, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. Tiga anaknya yang masing-masing berusia 9 bulan, 10 tahun, dan 13 tahun mengalami gangguan kesehatan dalam beberapa hari terakhir.

"Yang kecil usia 9 bulan, 10 tahun dan 13 tahun, gangguan kesehatan beberapa hari terakhir," tuturnya.

Anak bungsu Untung mulai mengalami keluhan sekitar lima hari terakhir, sedangkan dua anak lainnya sakit dalam tiga hari terakhir. Mereka mengalami sesak napas, sakit tenggorokan, batuk, dan pilek setelah kabut asap semakin terasa di Kota Jambi.

Setelah memeriksakan anak-anaknya ke fasilitas kesehatan, Untung mendapat penjelasan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan buruknya kualitas udara. Ia kemudian membatasi aktivitas anak-anaknya di luar rumah.

Namun, pembatasan aktivitas menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga yang tetap harus mencari nafkah.

“Sebenarnya ingin libur, cuma kalau aktivitas di luar rumah tidak dilakukan, kami tidak bisa kerja. Kalau tidak kerja, tidak ada uang,” ujarnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.