Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Jumlah korban tewas akibat runtuhnya tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) di ibu kota Guinea, Conakry, bertambah menjadi 34 orang. Sebelumnya, insiden tersebut dilaporkan menewaskan 30 orang.
Dilansir AFP, Rabu (26/8/2026), bencana tersebut terjadi pada Minggu (23/8/2026) dini hari di kawasan Dar es Salam, Conakry. Hujan deras memicu runtuhnya tumpukan sampah berukuran besar hingga menimpa sejumlah rumah di sekitarnya.
Warga setempat mengatakan bahwa beberapa keluarga kehilangan banyak anggota sekaligus dalam peristiwa tersebut. Menteri Kesehatan Guinea Khaite Sall kemudian menyampaikan pembaruan mengenai jumlah korban.
Selain warga Guinea, warga negara Sierra Leone juga menjadi korban dalam bencana tersebut. Pemerintah Guinea berencana menggelar pemakaman massal bagi seluruh korban.
"Kami telah menghubungi Kementerian Luar Negeri, yang kemudian menghubungi Kedutaan Besar Sierra Leone untuk proses identifikasi warga negara mereka serta evakuasi jenazah," ujar Sall.
1.500 Keluarga Mengungsi
Runtuhnya tumpukan sampah tersebut juga memaksa sekitar 1.500 keluarga meninggalkan tempat tinggal mereka. Pemerintah Guinea kemudian merelokasi keluarga-keluarga yang terdampak.
Beberapa hari sebelum kejadian, pemerintah sebenarnya telah mengumumkan rencana untuk memindahkan warga dan mengamankan kawasan di sekitar TPA.
Langkah tersebut disiapkan karena kawasan tempat pembuangan akhir itu menghadapi risiko tanah longsor. Namun, tumpukan sampah runtuh sebelum proses pemindahan warga dan pengamanan kawasan tersebut dilakukan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!