Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Ukuran keberhasilan juga perlu dilihat dari kemampuan negara memastikan pekerja memiliki keterampilan yang relevan, memperoleh perlindungan ketika menghadapi risiko kehilangan pekerjaan, serta mendapatkan kesempatan yang adil untuk berkembang.
Melalui program pemagangan, pelatihan vokasi, digitalisasi sistem pasar kerja, modernisasi pengawasan K3, perluasan JKP, penguatan dialog sosial, hingga kerja sama sertifikasi kompetensi di ASEAN, Indonesia berupaya membangun sistem ketenagakerjaan yang lebih siap menghadapi masa depan.
Tantangannya kini adalah memastikan seluruh program tersebut berjalan efektif dan mampu menjangkau pekerja secara luas.
Sebab, perubahan dunia kerja tidak berlangsung dalam satu waktu. Transformasi tersebut terjadi terus-menerus seiring perkembangan teknologi, perubahan model bisnis, dan kebutuhan industri.
Di tengah perubahan itu, Indonesia ingin memastikan pekerja tidak hanya menjadi pihak yang mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil manfaat dari peluang yang muncul.
Pertemuan SLOM di Bangkok menjadi ruang bagi Indonesia untuk menyampaikan pengalaman sekaligus memperkuat kerja sama dengan negara-negara ASEAN. Dari forum tersebut, agenda ketenagakerjaan kawasan diarahkan bukan sekadar menuju tenaga kerja yang lebih kompetitif, tetapi juga lebih tangguh, inklusif, terlindungi, dan mampu beradaptasi.
Dengan pendekatan itu, masa depan dunia kerja ASEAN diharapkan tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi pekerja dan masyarakat di seluruh kawasan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!