Indonesia Perkuat Keterampilan dan Perlindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja
Pemerintah juga menargetkan Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) menjangkau 300.000 peserta.
Penguatan pelatihan vokasi dinilai penting karena perubahan teknologi membuat kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja ikut berubah. Keterampilan yang dibutuhkan industri saat ini tidak selalu sama dengan keterampilan yang dibutuhkan beberapa tahun lalu.
Karena itu, hubungan antara lembaga pelatihan dan dunia industri perlu diperkuat agar program peningkatan kompetensi tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar memberikan bekal yang relevan untuk memasuki pasar kerja.
Indonesia juga melakukan modernisasi sistem informasi pasar kerja terintegrasi.
Sistem tersebut diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan tenaga kerja dengan program pelatihan secara lebih efektif. Dengan informasi mengenai kebutuhan industri yang lebih terhubung, pemerintah dapat mengarahkan pelatihan kepada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan oleh pasar.
Langkah ini menjadi semakin penting di tengah perubahan struktur pekerjaan akibat digitalisasi dan perkembangan teknologi.
Tidak hanya soal keterampilan, transformasi dunia kerja juga mendorong pemerintah memperbarui sistem pengawasan ketenagakerjaan.
Di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Indonesia mulai memanfaatkan teknologi digital dan Internet of Things (IoT). Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung pengawasan ketenagakerjaan serta layanan kepatuhan K3 berbasis daring.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!