Erna Sari: Pemerintah Gencar Bicara Swasembada Pangan, Tapi Anggaran Irigasi Justru Dipangkas
Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Erna Sari Dewi, menyoroti penurunan signifikan pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran mendatang. Menurutnya, pemangkasan anggaran tersebut berpotensi menghambat berbagai program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama sektor irigasi dan penyediaan air bersih.
Erna mengungkapkan, kebutuhan anggaran Kementerian PU mencapai Rp219,81 triliun. Namun, pagu indikatif yang dialokasikan saat ini hanya sekitar Rp98,47 triliun atau 44,8 persen dari total kebutuhan.
“Perhatian saya sangat mendalam terkait penurunan yang ekstrem terhadap fiskal di Kementerian PU. Kebutuhan anggarannya Rp219,81 triliun, tetapi pagu indikatifnya hanya Rp98,47 triliun. Disparitasnya sangat besar,” kata Erna kepada Wartawan, usai rapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut berisiko membuat sejumlah program pembangunan tidak dapat terlaksana secara optimal, mulai dari infrastruktur berbasis masyarakat, pembangunan irigasi, hingga pembangunan jembatan.
Erna menilai struktur anggaran yang ada saat ini belum sepenuhnya selaras dengan program pembangunan nasional yang tengah menjadi fokus pemerintah.
Ia mencontohkan anggaran sektor sumber daya air (SDA), khususnya irigasi, yang mengalami penurunan hingga 61 persen. Kondisi itu dinilai bertolak belakang dengan target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen? Jika irigasi tidak dibangun, bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panennya?” ujarnya.
Selain itu, Erna juga menyoroti penurunan anggaran sektor Cipta Karya yang mencapai 66 persen. Menurutnya, pengurangan tersebut dapat berdampak pada program penyediaan air bersih dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!