Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Picu Keluhan, Farhan Janji Kawal Keselamatan 12 Sep 2026 Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda 12 Sep 2026 260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo 12 Sep 2026 Drama Menit Akhir! Persija Bungkam Persib 2-1 di GBK 12 Sep 2026 Jurnalis Sukabumi Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang 12 Sep 2026 Persib Bandung Tertinggal 0-1 dari Persija di Babak Pertama 12 Sep 2026 VinFast Siapkan 27 Showroom EV di Filipina 12 Sep 2026 Thailand Percepat Investasi Industri US$3,66 Miliar 12 Sep 2026 Kasus Dugaan Korupsi di BJB: Mengapa Ridwan Kamil Belum Tersangka? 12 Sep 2026 Jejak Delapan Orang Hilang di Selat Sunda, Pencarian di Tengah Ancaman Krakatau 12 Sep 2026 Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Picu Keluhan, Farhan Janji Kawal Keselamatan 12 Sep 2026 Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda 12 Sep 2026 260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo 12 Sep 2026 Drama Menit Akhir! Persija Bungkam Persib 2-1 di GBK 12 Sep 2026 Jurnalis Sukabumi Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang 12 Sep 2026 Persib Bandung Tertinggal 0-1 dari Persija di Babak Pertama 12 Sep 2026 VinFast Siapkan 27 Showroom EV di Filipina 12 Sep 2026 Thailand Percepat Investasi Industri US$3,66 Miliar 12 Sep 2026 Kasus Dugaan Korupsi di BJB: Mengapa Ridwan Kamil Belum Tersangka? 12 Sep 2026 Jejak Delapan Orang Hilang di Selat Sunda, Pencarian di Tengah Ancaman Krakatau 12 Sep 2026

Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 17:33 WIB
Bagikan
Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda

VISI.NEWSHilangnya lima jurnalis dan tiga awak kapal yang sedang menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau memasuki babak yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu fakta penting yang kini menjadi perhatian adalah kondisi laut di Selat Sunda bagian selatan yang sedang dilanda gelombang tinggi ketika rombongan berangkat pada Senin, 7 September 2026.

Prakirawan BMKG Maritim Lampung, Putu Ray, mengungkapkan tinggi gelombang di kawasan tersebut pada periode kejadian berada pada kisaran 2,5 hingga 4 meter. Kondisi itu masuk kategori gelombang tinggi dan telah menjadi perhatian BMKG sebelum rombongan berangkat.

Menurut Ray, peringatan dini mengenai kondisi laut tersebut telah disampaikan BMKG sehari sebelum rombongan dilaporkan hilang kontak.

“Pada saat kejadian tersebut kami sudah memberitahukan peringatan dini bahwa di daerah Selat Sunda bagian selatan termasuk kategori tinggi, dimulai dari 2,5 hingga 4 meter,” kata Ray.

Data tersebut menjadi salah satu elemen penting dalam merekonstruksi perjalanan speedboat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Namun, gelombang tinggi belum dapat disimpulkan sebagai penyebab kapal hilang. Sampai pencarian terus berlangsung, tidak ada keterangan resmi yang memastikan apakah kapal mengalami kecelakaan akibat gelombang, masalah teknis, perubahan cuaca, atau faktor lain.

Yang dapat dipastikan, rombongan berada di kawasan perairan yang memiliki kondisi laut cukup berisiko pada saat keberangkatan.

BMKG mencatat kondisi gelombang tinggi berlangsung sejak 6 hingga 9 September 2026. Artinya, pada hari keberangkatan, 7 September, kondisi laut memang berada dalam periode yang telah diperingatkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.