Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda
“Pada H-1 pada saat kejadian, kami telah mengirimkan warning-nya,” ujar Ray.
Situasi tersebut juga belum sepenuhnya berakhir ketika operasi pencarian memasuki hari-hari berikutnya. BMKG kembali memperbarui peringatan dini untuk periode 11 hingga 14 September 2026.
Kawasan Selat Sunda bagian selatan masih masuk kategori gelombang tinggi dalam pembaruan tersebut.
“Untuk tanggal 6 sampai dengan 9 September itu tinggi. Lalu hari ini kami sudah meng-update lagi peringatan dini mulai tanggal 11 hingga 14, masih termasuk kategori tinggi di perairan Selat Sunda bagian selatan,” kata Ray.
Fakta ini membuat operasi pencarian tidak hanya menghadapi persoalan menemukan lokasi kapal, tetapi juga harus berhadapan dengan kondisi laut yang dapat menyulitkan pergerakan kapal pencari.
Gelombang 2,5 hingga 4 meter dapat meningkatkan risiko operasi di laut, terutama ketika tim harus melakukan penyisiran terhadap wilayah yang luas. Kondisi tersebut juga dapat mempersulit deteksi benda atau korban yang berada di permukaan laut.
Karena itu, informasi mengenai cuaca dan gelombang menjadi bagian penting dalam menentukan sektor pencarian serta keselamatan personel SAR.
Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!