Sudjatmiko: Penggabungan Badan Geologi dan BMKG Bisa Perkuat Mitigasi Bencana
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB Sudjatmiko./visi.news/ist.
VISI.NEWS — Wacana penggabungan Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dinilai berpotensi memperkuat sinergi dalam upaya antisipasi dan mitigasi bencana di Indonesia.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, mengatakan penggabungan kedua lembaga tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, dari sisi positif, integrasi dapat mempermudah koordinasi karena Badan Geologi dan BMKG memiliki fungsi yang saling berkaitan dalam penyediaan informasi kebencanaan.
"Sebenarnya ada plus minus ya, tapi kalau saya lihat dari positifnya, Geologi ini kan badan yang meneliti pergerakan dan juga kandungan bumi," kata Sudjatmiko kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).
Menurutnya, Badan Geologi memiliki peran dalam penelitian terkait kondisi dan dinamika bumi, sementara BMKG berfokus pada informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika, termasuk prakiraan berbagai kondisi yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.
Karena memiliki bidang kerja yang saling beririsan dalam konteks kebencanaan, Sudjatmiko menilai penggabungan kedua lembaga dapat menciptakan koordinasi yang lebih efektif.
"Jadi kalau dimerger itu BMKG dan Badan Geologi itu mungkin bisa lebih mudah sinerginya," ujarnya.
Ia menilai integrasi tersebut juga dapat memperkuat proses pertukaran informasi dan analisis terhadap potensi bencana. Dengan koordinasi yang lebih terintegrasi, pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah antisipasi secara lebih cepat.
"Kalau BMKG ini prakiraan, jadi memperkirakan asumsi seperti itu. Nah, ini mungkin kalau digabung ini bisa jadi bagus dalam artian koordinasi lebih mudah," kata Sudjatmiko.
Lebih lanjut, ia berharap penggabungan Badan Geologi dan BMKG, apabila direalisasikan, tidak sekadar menjadi perubahan struktur kelembagaan. Integrasi tersebut harus mampu menghasilkan sistem informasi dan mitigasi bencana yang lebih efektif.
"Jadi nanti antisipasi dan mitigasi untuk kebencanaan bisa lebih cepat dan akurat," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!