Kondisi Bandara Indonesia: Kabut, Asap hingga Berawan 13 Sep 2026 Minggu, Bandung Cerah Berawan, Suhu hingga 31 Derajat 13 Sep 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Picu Keluhan, Farhan Janji Kawal Keselamatan 12 Sep 2026 Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda 12 Sep 2026 260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo 12 Sep 2026 Drama Menit Akhir! Persija Bungkam Persib 2-1 di GBK 12 Sep 2026 Jurnalis Sukabumi Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang 12 Sep 2026 Persib Bandung Tertinggal 0-1 dari Persija di Babak Pertama 12 Sep 2026 Kondisi Bandara Indonesia: Kabut, Asap hingga Berawan 13 Sep 2026 Minggu, Bandung Cerah Berawan, Suhu hingga 31 Derajat 13 Sep 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Minggu 13 September 2026 13 Sep 2026 Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan Picu Keluhan, Farhan Janji Kawal Keselamatan 12 Sep 2026 Gelombang Tinggi Dibalik Misteri Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda 12 Sep 2026 260 Warga Kabupaten Bandung Terima Bantuan Becak Listrik dari Presiden Prabowo 12 Sep 2026 Drama Menit Akhir! Persija Bungkam Persib 2-1 di GBK 12 Sep 2026 Jurnalis Sukabumi Gelar Doa Bersama untuk Lima Wartawan yang Hilang 12 Sep 2026 Persib Bandung Tertinggal 0-1 dari Persija di Babak Pertama 12 Sep 2026

Erna Sari: Pemerintah Gencar Bicara Swasembada Pangan, Tapi Anggaran Irigasi Justru Dipangkas

Desi Rossilawati
PN
Kamis, 11 Juni 2026 | 20:05 WIB
Bagikan
Erna Sari: Pemerintah Gencar Bicara Swasembada Pangan, Tapi Anggaran Irigasi Justru Dipangkas

Anggota Komisi V DPR RI Erna Sari Dewi./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Erna Sari Dewi, menyoroti penurunan signifikan pagu indikatif Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun anggaran mendatang. Menurutnya, pemangkasan anggaran tersebut berpotensi menghambat berbagai program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama sektor irigasi dan penyediaan air bersih.

Erna mengungkapkan, kebutuhan anggaran Kementerian PU mencapai Rp219,81 triliun. Namun, pagu indikatif yang dialokasikan saat ini hanya sekitar Rp98,47 triliun atau 44,8 persen dari total kebutuhan.

“Perhatian saya sangat mendalam terkait penurunan yang ekstrem terhadap fiskal di Kementerian PU. Kebutuhan anggarannya Rp219,81 triliun, tetapi pagu indikatifnya hanya Rp98,47 triliun. Disparitasnya sangat besar,” kata Erna kepada Wartawan, usai rapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Pekerjaan Umum di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, keterbatasan anggaran tersebut berisiko membuat sejumlah program pembangunan tidak dapat terlaksana secara optimal, mulai dari infrastruktur berbasis masyarakat, pembangunan irigasi, hingga pembangunan jembatan.

Erna menilai struktur anggaran yang ada saat ini belum sepenuhnya selaras dengan program pembangunan nasional yang tengah menjadi fokus pemerintah.

Ia mencontohkan anggaran sektor sumber daya air (SDA), khususnya irigasi, yang mengalami penurunan hingga 61 persen. Kondisi itu dinilai bertolak belakang dengan target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Bagaimana kita bisa menggaungkan swasembada pangan jika anggaran irigasi berkurang sampai 61 persen? Jika irigasi tidak dibangun, bagaimana petani dapat meningkatkan hasil panennya?” ujarnya.

Selain itu, Erna juga menyoroti penurunan anggaran sektor Cipta Karya yang mencapai 66 persen. Menurutnya, pengurangan tersebut dapat berdampak pada program penyediaan air bersih dan peningkatan layanan kesehatan masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.