Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Edi Purwanto./visi.news/ist.
Ia mencatat backlog anggaran sektor perhubungan mencapai sekitar Rp26 triliun, sementara total backlog seluruh mitra kerja Komisi V DPR RI mencapai Rp252 triliun.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap berbagai program keselamatan, termasuk modernisasi sistem persinyalan, pembangunan perlintasan tidak sebidang, hingga peningkatan layanan transportasi publik.
Edi juga mengkritisi kondisi kereta komuter Jabodetabek yang dinilainya sudah memasuki fase mengkhawatirkan akibat kepadatan penumpang.
Ia menyinggung situasi di dalam rangkaian kereta yang semakin sesak hingga penumpang terpaksa bertumpu pada pintu maupun dinding kereta.
"Kereta api di Jabodetabek sudah sangat kronis. Penumpangnya sudah berdesakan, sementara ada peringatan tidak boleh bersandar di pintu atau dinding. Ini harus dimitigasi sebelum menimbulkan persoalan keselamatan baru," ujarnya.
Sebagai solusi, Edi mengusulkan agar pemerintah mengkaji kemungkinan menyerahkan pengelolaan perkeretaapian secara lebih terintegrasi kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero), termasuk penanganan perlintasan sebidang, sistem persinyalan, hingga penerapan Automatic Train Control (ATC).
Menurutnya, langkah tersebut perlu dipertimbangkan apabila mampu mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan standar keselamatan.
"Yang paling penting bukan siapa yang mengelola, tetapi bagaimana pelayanan semakin baik dan keselamatan benar-benar menjadi prioritas," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!