Nasim Khan: Transformasi PTPN Harus Jaga Karyawan dan Perkuat Hilirisasi

Desi Rossilawati
PN
Selasa, 7 Juli 2026 | 14:19 WIB
Bagikan
Nasim Khan: Transformasi PTPN Harus Jaga Karyawan dan Perkuat Hilirisasi

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB Nasim Khan./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, menekankan pentingnya keberlanjutan transformasi di lingkungan PTPN dengan tetap mengedepankan perlindungan terhadap karyawan serta percepatan hilirisasi komoditas perkebunan untuk mendukung swasembada pangan nasional.

Menurut Nasim, transformasi yang sedang dijalankan PTPN mencakup berbagai aspek, mulai dari restrukturisasi bisnis, administrasi, manajemen hingga digitalisasi. Ia mengakui proses tersebut bukan pekerjaan mudah mengingat PTPN merupakan perusahaan perkebunan tertua di Indonesia.

"PTPN selama ini berada dalam fase transformasi. Ada transformasi, restrukturisasi bisnis, restrukturisasi administratif, restrukturisasi manajemen, digital, dan lain-lain. Itu semua tidak mudah," ujar Nasim dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI bersama Direksi PT Perkebunan Nusantara III (Persero) beserta subholding, Senin (6/7/2026).

Nasim menilai selama ini perhatian terhadap PTPN masih banyak berfokus pada hasil produksi komoditas seperti kelapa sawit, gula, kopi, hingga tembakau. Padahal, menurutnya, peran strategis PTPN seharusnya diperluas untuk mendukung agenda swasembada pangan dan hilirisasi industri.

Ia menyebut kebijakan hilirisasi yang menjadi prioritas pemerintahan Prabowo Subianto harus menjadi arah pengembangan PTPN ke depan.

"Hilirisasi menjadi sangat penting. Dari bahan turunan kelapa sawit, gula, dan komoditas lainnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam negeri sehingga dapat mengurangi impor," katanya.

Nasim mendorong PTPN memperkuat riset dan inovasi melalui pengembangan laboratorium, penelitian, serta melibatkan tenaga ahli agar mampu menghasilkan produk-produk turunan bernilai tambah tinggi.

Menurutnya, sejumlah negara telah berhasil mengembangkan berbagai produk berbasis kelapa sawit, mulai dari bahan baku tekstil, makanan dan minuman, hingga energi.

Dalam kesempatan itu, Nasim juga menilai paparan yang disampaikan manajemen belum sepenuhnya menggambarkan arah dan harapan jangka panjang PTPN dalam mendukung swasembada pangan maupun hilirisasi.

Ia meminta agar dokumen maupun penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi tersebut dapat disampaikan kepada seluruh anggota Komisi VI DPR RI sebagai bahan pembahasan.

Selain menyoroti aspek bisnis, Nasim memberikan perhatian khusus terhadap dampak transformasi terhadap sumber daya manusia di lingkungan PTPN.

Ia mengaku menerima keresahan dari para karyawan terkait proses transformasi yang sedang berlangsung. Karena itu, ia meminta komitmen Direksi Holding PTPN dan seluruh subholding agar hak-hak pekerja tetap terlindungi.

"Jangan sampai karena restrukturisasi atau penggabungan perusahaan, hak-hak karyawan justru dikurangi atau tidak dipikirkan. Itu harus menjadi komitmen Direksi," tegasnya.

Nasim menambahkan, keberadaan PTPN telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat di berbagai daerah, termasuk di daerah pemilihannya di Jawa Timur, sehingga keberlangsungan perusahaan dan kesejahteraan para pekerjanya harus tetap menjadi perhatian utama.

Ia berharap transformasi yang dijalankan PTPN tidak hanya menghasilkan peningkatan kinerja perusahaan, tetapi juga mampu memperkuat industri perkebunan nasional sekaligus menjaga kesejahteraan seluruh karyawan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.