Habib Syarief: Wajib Belajar 13 Tahun Harus Diikuti Pemerataan Akses Pendidikan 14 Jul 2026 Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026 14 Jul 2026 Farhan Tegaskan MPLS Bebas Perpeloncoan, Perkuat Pencegahan Bullying 14 Jul 2026 Basmi Tikus di Sawah, Warga Majalengka Tewas Tersengat Listrik 14 Jul 2026 Kerangka Manusia di Kebun Jati Sagaranten Dibawa ke RS untuk Autopsi 14 Jul 2026 Polres Kuningan Bongkar Jaringan Narkoba, 12 Tersangka Diamankan 14 Jul 2026 Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana 14 Jul 2026 Pemkab Bandung Tutup Permanen Pembuangan Sampah Liar Ciganitri 14 Jul 2026 Gary Neville Nilai Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu 14 Jul 2026 Daftar Lokasi Nobar Semifinal Prancis vs Spanyol di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta 14 Jul 2026 Habib Syarief: Wajib Belajar 13 Tahun Harus Diikuti Pemerataan Akses Pendidikan 14 Jul 2026 Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026 14 Jul 2026 Farhan Tegaskan MPLS Bebas Perpeloncoan, Perkuat Pencegahan Bullying 14 Jul 2026 Basmi Tikus di Sawah, Warga Majalengka Tewas Tersengat Listrik 14 Jul 2026 Kerangka Manusia di Kebun Jati Sagaranten Dibawa ke RS untuk Autopsi 14 Jul 2026 Polres Kuningan Bongkar Jaringan Narkoba, 12 Tersangka Diamankan 14 Jul 2026 Edi Purwanto: Keselamatan Kereta Api Jangan Sekadar Jadi Wacana 14 Jul 2026 Pemkab Bandung Tutup Permanen Pembuangan Sampah Liar Ciganitri 14 Jul 2026 Gary Neville Nilai Argentina Tak Sekuat Empat Tahun Lalu 14 Jul 2026 Daftar Lokasi Nobar Semifinal Prancis vs Spanyol di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta 14 Jul 2026

Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Desi Rossilawati
PN
Selasa, 14 Juli 2026 | 18:26 WIB
Bagikan
Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, memprediksi laga semifinal Piala Dunia 2026 akan berlangsung ketat. Meski mengakui Spanyol tampil atraktif, ia lebih menjagokan Prancis untuk melaju ke partai final berkat kedalaman skuad dan kualitas individu para pemainnya.

Hal itu disampaikan Habib Syarief kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, dari sisi gaya permainan Spanyol memang lebih enak ditonton. Namun, Prancis dinilai memiliki keunggulan dari segi kekompakan tim dan kualitas pemain di setiap lini.

"Dari sisi keindahan bermain tetap Spanyol. Tetapi dari sisi kekompakan dan kualitas pemain, saya melihat Prancis lebih unggul," ujarnya.

Ia juga berharap penyerang utama Prancis, Kylian Mbappe, dapat tampil setelah sebelumnya dikabarkan mengalami cedera saat latihan. Kehadiran Mbappe bersama Ousmane Dembele dinilai menjadi kekuatan utama Les Bleus di lini depan.

Habib menambahkan, lini tengah Prancis juga menjadi salah satu faktor pembeda dibandingkan Spanyol yang saat ini lebih banyak diperkuat pemain-pemain muda.

"Spanyol memang memiliki pemain muda yang sangat bagus seperti Lamine Yamal. Tetapi secara pengalaman, menurut saya Prancis masih lebih matang," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil pertandingan tetap sulit diprediksi.

"Sepak bola itu bola bundar. Piala Dunia kali ini juga penuh kejutan," ucapnya.

Sementara pada semifinal lainnya antara Inggris melawan Argentina, Habib menilai pertandingan akan berlangsung sama sengitnya. Kendati banyak pihak mengunggulkan Argentina, ia melihat Inggris memiliki peluang besar jika duet Harry Kane dan Jude Bellingham mampu tampil maksimal.

Menurutnya, Argentina masih sangat bergantung kepada Lionel Messi, meskipun kapten Albiceleste itu tetap menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.

"Kalau Inggris bisa memaksimalkan Harry Kane dan Bellingham, mereka bisa membongkar pertahanan Argentina," katanya.

Meski begitu, ia mengakui lini belakang Argentina merupakan salah satu yang terbaik di Piala Dunia 2026 karena sangat minim kebobolan.

Habib bahkan memberikan prediksi skor. Jika Inggris menang, ia memperkirakan laga akan berakhir 2-1. Sebaliknya, apabila Argentina yang lolos, skor diperkirakan hanya 1-0.

Untuk pertandingan Prancis melawan Spanyol, ia memprediksi duel tersebut berpotensi berlanjut hingga babak tambahan waktu karena kekuatan kedua tim dinilai sangat berimbang.

Evolusi Taktik Jadi Warna Piala Dunia 2026

Selain menyoroti peluang masing-masing tim, Habib juga mengamati adanya perkembangan taktik yang cukup mencolok sepanjang Piala Dunia 2026.

Menurutnya, formasi klasik 4-3-3 mulai ditinggalkan dan digantikan dengan pola permainan yang lebih fleksibel seperti 4-2-3-1 maupun 4-3-2-1.

Ia juga melihat serangan kini tidak lagi bertumpu pada permainan dari sisi sayap, melainkan lebih banyak mengandalkan kombinasi umpan vertikal dan penetrasi melalui lini tengah.

"Presisi umpan sekarang sangat tinggi. Banyak tim lebih mengandalkan terobosan dari tengah dibandingkan permainan sayap seperti sebelumnya," tutur Habib.

Meski mengapresiasi perkembangan kualitas permainan, ia menyayangkan sejumlah negara yang selama ini menjadi kekuatan tradisional sepakbola dunia harus tersingkir lebih awal sehingga tidak lagi meramaikan persaingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.