IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Desi Rossilawati
PN
Selasa, 14 Juli 2026 | 18:26 WIB
Bagikan
Habib Syarief Jagokan Prancis dan Inggris Melaju ke Final Piala Dunia 2026

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Habib Syarief Muhammad./visi.news/ist.

VISI.NEWS – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Habib Syarief Muhammad, memprediksi laga semifinal Piala Dunia 2026 akan berlangsung ketat. Meski mengakui Spanyol tampil atraktif, ia lebih menjagokan Prancis untuk melaju ke partai final berkat kedalaman skuad dan kualitas individu para pemainnya.

Hal itu disampaikan Habib Syarief kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, dari sisi gaya permainan Spanyol memang lebih enak ditonton. Namun, Prancis dinilai memiliki keunggulan dari segi kekompakan tim dan kualitas pemain di setiap lini.

"Dari sisi keindahan bermain tetap Spanyol. Tetapi dari sisi kekompakan dan kualitas pemain, saya melihat Prancis lebih unggul," ujarnya.

Ia juga berharap penyerang utama Prancis, Kylian Mbappe, dapat tampil setelah sebelumnya dikabarkan mengalami cedera saat latihan. Kehadiran Mbappe bersama Ousmane Dembele dinilai menjadi kekuatan utama Les Bleus di lini depan.

Habib menambahkan, lini tengah Prancis juga menjadi salah satu faktor pembeda dibandingkan Spanyol yang saat ini lebih banyak diperkuat pemain-pemain muda.

"Spanyol memang memiliki pemain muda yang sangat bagus seperti Lamine Yamal. Tetapi secara pengalaman, menurut saya Prancis masih lebih matang," katanya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hasil pertandingan tetap sulit diprediksi.

"Sepak bola itu bola bundar. Piala Dunia kali ini juga penuh kejutan," ucapnya.

Sementara pada semifinal lainnya antara Inggris melawan Argentina, Habib menilai pertandingan akan berlangsung sama sengitnya. Kendati banyak pihak mengunggulkan Argentina, ia melihat Inggris memiliki peluang besar jika duet Harry Kane dan Jude Bellingham mampu tampil maksimal.

Menurutnya, Argentina masih sangat bergantung kepada Lionel Messi, meskipun kapten Albiceleste itu tetap menunjukkan performa impresif sepanjang turnamen.

"Kalau Inggris bisa memaksimalkan Harry Kane dan Bellingham, mereka bisa membongkar pertahanan Argentina," katanya.

Meski begitu, ia mengakui lini belakang Argentina merupakan salah satu yang terbaik di Piala Dunia 2026 karena sangat minim kebobolan.

Habib bahkan memberikan prediksi skor. Jika Inggris menang, ia memperkirakan laga akan berakhir 2-1. Sebaliknya, apabila Argentina yang lolos, skor diperkirakan hanya 1-0.

Untuk pertandingan Prancis melawan Spanyol, ia memprediksi duel tersebut berpotensi berlanjut hingga babak tambahan waktu karena kekuatan kedua tim dinilai sangat berimbang.

Evolusi Taktik Jadi Warna Piala Dunia 2026

Selain menyoroti peluang masing-masing tim, Habib juga mengamati adanya perkembangan taktik yang cukup mencolok sepanjang Piala Dunia 2026.

Menurutnya, formasi klasik 4-3-3 mulai ditinggalkan dan digantikan dengan pola permainan yang lebih fleksibel seperti 4-2-3-1 maupun 4-3-2-1.

Ia juga melihat serangan kini tidak lagi bertumpu pada permainan dari sisi sayap, melainkan lebih banyak mengandalkan kombinasi umpan vertikal dan penetrasi melalui lini tengah.

"Presisi umpan sekarang sangat tinggi. Banyak tim lebih mengandalkan terobosan dari tengah dibandingkan permainan sayap seperti sebelumnya," tutur Habib.

Meski mengapresiasi perkembangan kualitas permainan, ia menyayangkan sejumlah negara yang selama ini menjadi kekuatan tradisional sepakbola dunia harus tersingkir lebih awal sehingga tidak lagi meramaikan persaingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.